JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Imunisasi polio di usahakan memenuhi Target putaran kedua yaitu 93%, Namun cangkupan sub pin polio pada Kabupaten Nduga saat ini tercapai 4,46 %, disebabkan 14 wilayah memiliki status rawan bisa di katakan zona merah.

Dikarenakan kondisi Nduga saat ini, Maka Unicef dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengambil langkah bersama agar Imunisasi bisa di terima manfaatnya bagi anak Nduga, dengan mengandeng pemimpin Gereja di Nguga,Hotel Horizon Kotaraja Jayapura, Selasa (20/8/2019). (ISTIMEWA)

Dikarenakan kondisi Nduga saat ini, Maka Unicef dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengambil langkah bersama agar Imunisasi bisa di terima manfaatnya bagi anak Nduga, dengan mengandeng pemimpin Gereja di Nguga,Hotel Horizon Kotaraja Jayapura, Selasa (20/8/2019).

Satu perwakilan pimpinan jemaat di GKI Kategorial Bethel Kenyam Nduga, Pendeta Yosep Rumere mengatakan beberapa lokasi zona konflik.
“Itu zona konflik, sehinggan masyarakat sulit kita temui, kebanyakan masyarakat tidak ditempat tinggal mereka tetapi di pengungsian. Sedangkan tempat pengungsian tersebar pada 4 kabupaten maka itu yang menjadi penghambat sehingga tenaga medis agak sulit bertemu,”Katanya.

Pdt. Yosep menjelaskan, lokasi tersebut yaitu Mapenduma, Kroptak, Paro, Yigi, Ekilapok, Dal, Biripem, Mugi, Mam, Klabypma, Baklema, Mbuwa, Iniye dan Yal. “Namun, situasi di Nduga di ibu kota aman karena ada aparat tapi ditempat konflik, masyarakat tidak terlalu banyak karena merasa tidak aman,” Jelasnya.

Hambatan lainnya adalah keterbatasan media informasi dan tenaga medis terjun langsung ke masyarakat juga tingkat kecurigaan yang dimiliki oleh masyarakat setempat.

“Sulit karena ada kecurigaan dari masyarakat. Ada oknum-oknum yang curiga jangan sampai tenaga medis membawa sesuatu yang tidak baik untuk dikonsumsi masyarakat disana. Mereka takut, sehingga interaksi dengan orang lain agak sulit, bahkan ditempat konflik pun yang paling dekat dengan masyarakat ya hanya tokoh agama,” tuturnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Silvanus Sumule,, saat diwawancara. (Fransisca / lintaspapua.com)

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Silvanus Sumule,
Upaya kita untuk menaikan cakupan, contohnya Nduga masih 5%, untuk mencapai Target 95% maka kita harus bekerjasama, ada ruangan harus di isi oleh gereja, ini tujuan kita bersama dengan Target jangka panjang tidak ada lagi anak Papua yang sakit, meningal oleh penyakit akibat tidak mendapat Imunisasi,” tutupnya. (Fransisca / lintaspapua.com )