SENTANI (LINTAS  PAPUA) –  Pelayanan dokumen kependudukan, baik itu KTP Elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK) dan Akte Kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan (Disdukcapil) Kabupaten Jayapura mengalami gangguan. Hal ini sudah terjadi sejak tanggal 5 Agustus 2019 lalu. Akibatnya, pencetakan atau penerbitan dokumen kependudukan masih tertunda.

 

“Kita di Kabupaten Jayapura ini tiba-tiba ada gangguan jaringan untuk seluruh dokumen kependudukan, termasuk KTP-el dan KK. Jadi, tidak bisa mencetak sejak Senin (5/8/2019) lalu,” ujar Kepala Disdukcapil Kabupaten Jayapura, Herald Berhitu, S.Pd., M.M., ketika dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya, Selasa (20/8/2019) kemarin sore.

 

Herald mengungkapkan, gangguan terjadi lantaran jaringan koordinasi di pusat terputus. Sehingga untuk melakukan pencetakan KTP-el maupun penerbitan KK tidak bisa dilaksanakan. Menurut Herald, putusnya jaringan dari pusat itu belum diketahui penyebab pastinya.

 

“Tiba-tiba kan jaringan ada diputuskan dari pusat, tidak tahu ada gangguan kah atau apakah kitong juga tidak tahu. Tapi, cuma kita sudah laporkan kesana dan kita masih menunggu hingga saat ini,” papar pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura.

 

“Pemutusan jaringan koordinasi itu sejak 5 Agustus 2019 lalu, dan setelah itu kita sudah layangkan surat pemberitahuan kesana. Bahkan mengirim pesan elektronik lewat grup WA (Whatssapp) untuk Capil wilayah timur itu kita juga sudah kasih tahu. Nah, kita masih menunggu kapan bisa dibereskan jaringan koordinasi yang terputus dari pusat ini juga kita belum tahu,” ujar Herald menambahkan.

 

Herald menyebutkan, gangguan jaringan ini hanya terjadi di Kabupaten Jayapura, namun wilayah Kota Jayapura tidak mengalami hal yang sama.

 

“Ya, saya juga disampaikan oleh teman-teman (terkait pelayanan di Disdukcapil Kabupaten Jayapura tertunda yang viral di medsos), tetapi saya bilang itu karena mereka tidak tahu saja. Inikan jaringan dari pusat yang terputus. Ada yang katakan, bahwa kenapa satu daratan dengan kota (Pemkot Jayapura) kok bisa gangguan. Kalau ini masalahnya lain, karena yang diputuskan itukan hanya kita punya jaringan koordinasi ke pusat itu saja,” sebutnya.

 

Tidak hanya KTP-el, gangguan jaringan juga berpengaruh terhadap pembuatan dan pencetakan Akte Kelahiran, Kartu Kelahiran (KK) dan Kartu Identitas Anak (KIA).

 

“Pelayanan disini kita selalu siap sedia. Kalau perekaman KTP-el inikan bisa dilakukan, namun untuk ke pusat itukan perlu koordinasi seperti harus mendapatkan nomor induk kependudukan (NIK) maupun nomor KK, yang mana semua itu dari pusat,” imbuhnya.

 

“Kalau perekaman KTP-el maupun membuat KK dan Akte bisa. Tetapi untuk mencetak atau menerbitkan itu belum bisa. Jadi, untuk sementara ini kita pakai surat keterangan (Suket) saja, apalagi kan ada database. Kalau ada orang yang datang kan kita bisa buka database, apakah memang betul dia penduduk di Kabupaten Jayapura atau tidak. Kalau memang penduduk di kabupaten sini, ya kita kasih surat keterangan untuk pengganti KTP-el, KK dan Akte,” sambungnya.

 

Namun begitu, laporan mengenai persoalan itu sudah disampaikan ke Pemerintah Pusat. Diharapkan, dalam waktu dekat pelayan pembuatan administrasi kependudukan dapat kembali normal.

 

Meski mengalami gangguan pada jaringan koordinasi dari pusat, Herald menyebut pelayanan di Kantor Disdukcapil Kabupaten Jayapura tetap berjalan seperti biasa. Pihaknya tetap melayani kebutuhan administrasi warga Kabupaten Jayapura.

 

“Walaupun belum ada jawaban yang pasti dari pusat terkait gangguan jaringan koordinasi ini, yang jelas kita tetap pelayanan lokal. Artinya, pelayanan yang bisa dilakukan kita tetap layani seperti perekaman KTP-el, pendaftaran pembuatan KK maupun orang yang mau lakukan pencatatan sipil juga kita layani. Tapi, untuk pencetakan dan penerbitan KK maupun KTP-el itu yang belum bisa. Jadi, kita tetap terima warga punya berkas nanti setelah online baru beralih ke pusat,” tukas Herald Berhitu. (Irf)