SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018 yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura beberapa waktu lalu itu disebut tengah mengalami kekosongan (sepi peminat) di formasi tertentu.

Penyebabnya adalah karena banyak pelamar yang lebih memilih melamar untuk penempatan wilayah perkotaan dan juga ada formasi tenaga medis (dokter gigi) untuk kategori orang Asli Papua (OAP) yang belum terisi atau tidak ada pendaftar, sehingga terjadi kekosongan atau sepi peminat di beberapa posisi formasi tertentu.

Menyiasati hal itu, Pemkab Jayapura melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kembali mengusulkan formasi pada penerimaan CPNS Tahun 2019 dengan cara mengalihkan formasi dokter gigi untuk dimasukkan juga ke tenaga medis lulusan DIII Keperawatan atau Starata Satu (S1) Kesehatan Masyarakat.

Demikian disampaikan, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jayapura, Alex Rumbobiar, S.Sos., M.Si., ketika menjawab pertanyaan wartawan online saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (20/8/2019) sore.

Lebih lanjut Alex Rumbobiar menerangkan, bahwa hasil rekonsiliasi bersama BKN beberapa waktu lalu itu telah membahas beberapa hal termasuk soal formasi kosong (sepi peminat) yang tidak didaftarkan oleh para pencari kerja dan ini juga berlaku menyeluruh Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Pelamar lebih cenderung memilih untuk melamar di kota, sehingga daerah pinggiran terabaikan dan alami kekosongan. Contoh di Distrik Airu itu ada formasi, katakanlah yang dibutuhkan ada 3 orang, tapi yang lamar cuma 1 orang. Berarti untuk formasi ini ada 2 yang tidak terisi, begitu juga untuk formasi dokter gigi khusus orang asli Papua untuk penempatan di rumah sakit Youwari, tetapi tidak ada yang daftar,” bebernya.

Selain itu, Alex juga menuturkan, kekosongan peminat di formasi tertentu di Kabupaten Jayapura itu cukup besar yang mencapai angka 104, sehingga kekosongan tersebut disikapi pihaknya dengan mengeluarkan pernyataan bersama BKN dan Menpan&RB. Yang mana, data dimaksud itu disarankan jangan dihilangkan atau tidak terpakai, kemudian permintaan data tersebut juga dikembalikan ke Bupati selaku pejabat pembina kepegawaian untuk mengisi kembali formasi yang dianggap perlu diisi kembali.

“Misalnya untuk formasi dokter gigi asli Papua itukan kosong, itu kita akan alihkan dia ke tenaga medis juga, sehingga nanti kita masukkan ke tenaga D III keperawatan atau mungkin S1 kesehatan (SKM) begitu juga dengan yang lain,” terangnya.

Selanjutnya, dia menjelaskan bahwa Bupati telah menandatangani surat penambahan formasi ke Menpan&RB agar formasi ini dikembalikan dan tidak dihilangkan, maka sekarang ini pihaknya sedang menunggu jawaban dari surat yang dimaksud.

“Pada prinsipnya kami tidak mengurangi formasi yang ada, tapi juga tidak menambah untuk formasi 2018. Namun kita mengisi kekosongan yang ada, sehingga bisa membantu teman teman para pencari kerja untuk masalah formasi,” tukasnya. (Irf)