Lintas OKP Mengutuk Pelaku Diskriminatif Mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang

0
321
Lintas Organisasi Kepemudaan (OKP) di Papua mengutuk siapa pelaku diskriminatif terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang. Lintas OKP itu yakni, PW.GP.Ansor Papua, DPD GAMKI Papua, DPW BKPRMI Papua, dan Pemuda Katolik Komda Papua.. (Richard Mayor)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Lintas Organisasi Kepemudaan (OKP) di Papua mengutuk siapa pelaku diskriminatif terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Lintas OKP itu yakni, PW.GP.Ansor Papua, DPD GAMKI Papua, DPW BKPRMI Papua, dan Pemuda Katolik Komda Papua.

Ketua PW.GP.Ansor Papua, Amir Mahmud Madubun saat jumpa pers, 19 Agustus 2019 mengatakan sebagai sesama anak bangsa di dalam bingkai NKRI ini. Kami mengutuk siapa-siapa pelaku diskriminatif terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang. Karena perilaku yang telah dilakukan oleh sekelompok orang itu, sangat mencederai kebersamaan warga Negara dan anak bangsa dalam bingkai NKRI ini.

“sebagai oganisasi kepemudaan yang ada di Papua kami mengutuk tindakan oleh beberapa oknum yang tidak memiliki rasa kebangsaan sebagai sesama anak bangsa. Tindakan itu menunjukan tidak adanya rasa persaudaraan dan persahabatan sebagai sesama anak bangsa dalam bingkai NKRI dari sabang sampai merauke”, kata Ketua PW.GP.Ansor Papua, Amir Mahmud Madubun.

Untuk itu pinta Amir Madubun pihak berwajib segera mengambil langkah hukum memproses beberapa oknum pelaku diskriminatif terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang. Penegakan hukum terhadap oknum pelaku diskriminatif itu, agar memberikan rasa keadilan sebagai sesama anak bangsa di dalam NKRI ini.

Sementara itu, Ketua Pemuda Katolik Komda Papua, Alfonsa Jumkon Wayap menuturkan, bahwa  diskriminasi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang oleh mereka oknum pelaku gagal paham itu.

Menunjukan bahwa mereka tidak paham akan rasa nasionalisme dan kebhinekaan sebagai sesama anak bangsa di dalam NKRI ini.

“Kita telah tau bersama bahwa Negara Indonesia telah meratifikasi Undang-undang tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis Nomor 40 Tahun 2008. Sehingga kita jangn keliru dan bertindak keluar dari apa yang sudah diratifikasi oleh negara kita ini”, kata Pemuda Katolik Komda Papua itu.

Hal senada juga diutarakan oleh Sekretaris DPD GAMKI Papua, Yopie Romhadi menyebutkan tindakan atau perilaku tidak etis yang dilakukan oleh oknuk-oknum pelaku terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang itu. Sikap mereka ini ingin memecah bela persatuan dan kesatuan di dalam NKRI ini. Maka sikap oknuk-oknum itu tidak bisa dikompromi dan ditolerir.

“apa yang sudah dilakukan oleh oknum-oknum pelaku terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang. Sesungguhnya telah mencederai rasa kesatuan dan persatuan yang selama ini kita bangun bersama. Maka sikap oknuk-oknum itu tidak bisa dikompromi dan ditolerir. Dan pantas untuk diproses hukum”, Tegas Sekretaris DPD GAMKI Papua itu.

Mengakhiri jumpa pers itu Ketua DPW BKPRMI Papua, Irji Matdoan menghimbau agar oknuk-oknum pelaku rasis ini segera diproses hukum, sehingga ada rasa keadilan bagi sesama anak bangsa.

“Mari kita menjaga bersama agar Papua tetap aman, damai dan tentram. Jangan karena persoalan ini kita sebagai anak bangsa terpeca bela. Mari kita sebagai pemuda dan anak bangsa di Papua, kita tetap menjaga kebersamaan, kerukunan, keberagaman sebagai anak bangsa dalam menjaga keutuhan NKRI yang kita miliki bersama”, Ujar Ketua DPW BKPRMI Papua itu. (Richard Mayor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here