Dinas kesehatan Provinsi Papua dan Unicef mengadakan pertemuan Para pimpinan Gereja se - Papua, dalam rangka mendukung kegiatan Sub PIN Polio di Provinsi Papua, di Hotel Horizon Kotaraja Jayapura, Senin(19/8/2019. Tampak Chief Field Office, Try Laksono Harysantoso saat memberikan keterangan kepada media. (Fransisca / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dinas kesehatan Provinsi Papua dan Unicef mengadakan pertemuan Para pimpinan Gereja se – Papua, dalam rangka mendukung kegiatan Sub PIN Polio di Provinsi Papua, di Hotel Horizon Kotaraja Jayapura, Senin(19/8/2019) .

Pertemuan ini dengan satu tujuan kampanye bersama meningkatkan cakupan Imunisasi Polio dan mengurangi jumlah anak-anak tidak terlayani dalam penangulangan wabah Polio juga memperkuat Imunisasi rutin. Total peserta 70 orang, 37 orang utusan dari  Klasis GKI ditanah Papua, 33 utusan resmi denominasi dari :Katholik, GIDI, Baptis, KINGMI, Pentakosta, Advent.

Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi Kementrian Kesehatan, Slamet. (Fransisca / lintaspapua.com)

Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi Kementrian Kesehatan, Slamet menyampaikan, bahwa inti dari kegiatan kerja bersama pemerataan Imunisasi tetes manis gratis,pencegahan serangan penyakit Polio penyebab lumpuh layu pada anak.

 

“Kita semuanya mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama juga petugas kesehatan untuk memberikan pelayanan Imunisasi kepada anak usia di bawah 15 tahun di seluruh Papua dan Papua Barat, tujuannya membuat mereka mempunyai ketahanan terhadap penyakit Yang bisa di cegah dengan Imunisasi, khususnya tentang Polio, agar anak terhindar dari serangan penyakit Polio Minitis,” ujarnya.

 

Sementara itu,  Chief Field Office, Try Laksono Harysantoso menekankan,  bahwa banyak fungsi gereja guna menjangkau anak untuk penyebaran tetes manis Imunisasi Polio.

“Gereja di Papua penetrasinya sampai di kampung karena sulit di jangkau oleh petugas kesehatan, kita ketahui Gereja di Papua mempunyai kader Pendidikan, mempunyai sekolah, bekerjasama dengan Gereja semakin banyak anak menjadi sasaran Imunisasi Polio,” tegasnya.

Ketua Persekutuan Gereja – Gereja Indonesia wilayah Papua, Pdt. Herman Saud, saat diwawancara. (Fransisca / lintaspapua.com)

Sementara itu, Ketua Persekutuan Gereja – Gereja Indonesia wilayah Papua, Pdt. Herman Saud menyebutkan, bahwa ini langkah yang baik penyampaian informasi keuntungan Imunisasi Polio

“Saya rasa ini langkah yang baik, Gereja atau seluruh agama punya umat langsung, jadi tiap hari ketemu dengan umat yang mereka layani, karena mereka bisa mengarahkan umat mudah untuk mengerti dan menerima,” tandasnya menutup pembicaraan. (Fransisca / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here