JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Direktur Papua Language Institute (PLI), Samuel Tabuni mengatakan, pihaknya baru saja menerima 30 siswa unggulan dari Pemerintah Provinsi Papua.

“Kita terima siswa unggul dari Pemerintah Provinsi Papua, yang mana siswa unggul tersebut merupakan program Gubernur Papua,  Lukas Enembe melalui dana otonomi khusus (Otsus),” ujar Samuel Tabuni, kepada lintaspapua.com , di Jayapura, Senin (19/8/2019).

Dikatakan, bahwa program ini terus dikerjakan secara baik oleh Biro Otsus bekerjasama dengan tiga lembaga pendidikan dan salah satunya adalah Papua Language Instiute (PLI), selain Yayasan Papua Harapan dan Jakarta Language Institute.

 

“Kami berterimakasih atas kepercayaan dari Pemerintah Provinsi Papua, dalam program ini di bagi dalam dua kelompok kelompok pertama adalah siswa yang akan belajar dalam negeri, 400 dan keluar negeri 100 lebih, dan di PLI mendapatkan 30 anak – anak dari Pemprov Papua ke PLI,” ungkapnya.

Dikatakan, dalam prosesi penyerahan langsung diterima Yayasan Maga Edukasi Papua dan Papua Language Institute.

“Tujuannay akan dibina selama setahun, baik masalah alam budaya Papua dam karakternya, skill bahasa inggris dan matematika serta fisika dan kimia dasar dan computer dan lainnya,” tuturnya.

 

“Selama menjalani pendidikan juga akan diberikan latihan – latihan untuk melihat hasil kemampuan test dan tentunay ada klasifikasi yang bisa berbicara bahasa Inggris secara mahir dan yang tidak,” ucapnya.

“Termasuk kemampuan siswa akan dilihat apakah bisa membaca atau tidak dan atau bisa menulis atau tidak, sehingga akan dibina, karena semua akan fokus enam bulan pertama,” katanya.

PLI adalah sebuah lembaga pendidikan non formal, dalam perkembangannya telah mengirim sejumlah siswa asli Papua belajar di luar negeri, yakni pada tahun 2018 mengirim 27 anak asli Papua, yang mana semua merupakan siswa unggulan dari Pemerintah Provinsi Papua, dengan ketentuan 15 siswa mendapatkan beasiswa langsung dari Pemerintah Rusia dan 12 dalam pembiayaan Pemerintah Provinsi Papua. (*)