BIAK (LINTAS PAPUA) – Iduladha 1440 H yang jatuh pada hari Minggu, 11 Agustus 2019, PLN menyiagakan 840 personil untuk mengamankan pasokan listrik di Wilayah Papua dan Papua Barat. Personil tersebut terbagi dari 120 petugas operator pembangkit dan 120 petugas piket distribusi, 100 petugas administrasi dan 500 petugas pelayanan teknik.

 

Seperti di Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Walesi, Wamena yang sudah mempersiapkan dan melakukan pemeliharaan di berbagai sisi sebelum Hari Raya seperti turbin, generator dan intake (bendungan) agar pasokan listrik dapat tersalurkan dengan baik ke pelanggan.

 

PLTMH yang saat ini dapat mensuplai 2,5 MW tersebut memiliki tugas untuk membantu memasok tenaga listrik ke beberapa daerah di Wamena dan sekitarnya. Guna memastikan keandalan sistem pembangkit tersebut, 5 personil disiapkan sebelum dan saat perayaan Hari Raya Kurban ini.

 

Salah satunya adalah Muhammad Nur Syahril. Pria asli Sulawesi Selatan ini telah bertugas sebagai operator PLTMH Walesi selama 6 tahun. Ia yang bertanggungjawab agar pembangkit terus andal dalam menyuplai listrik ke pelanggan.

 

“Ya, sudah 6 tahun saya di sini (PLTMH Walesi). Praktis sudah 6 kali Iduladha saya lewati tanpa pulang ke kampung halaman”, ujarnya.

 

Enam kali hari raya tanpa bersama keluarga memang tidak mudah. Suka dan duka pasti dirasakan. Meski begitu, bersama petugas lainnya,  Nur Syahril selalu siap dan ikhlas menjalaninya.

 

“Awalnya sedih karena tidak bisa menikmati kebersamaan dengan keluarga, tapi karena sudah terbiasa dan ini merupakan tanggung jawab saya, ya saya jalani. Yang terpenting masyarakat Pegunungan Tengah, khususnya Wamena dapat menikmati listrik dan beribadah dengan khusyuk”, tambahnya.

 

Setali tiga uang, masyarakat Wamena yang merayakan Iduladha 1440 H juga berharap demikian. Distrik Walesi adalah satu dari beberapa lokasi di Wamena yang melangsungkan salat Iduladha. Harapan mereka kurang lebih sama, agar listrik aman sehingga mereka dapat merayakan momen hari raya ini dengan nyaman. Melalui Muhammad Nur Syahril dan petugas lainnya lah tanggung jawab itu diemban.

 

“Harapan kami pasti saat Iduladha listrik tidak ada gangguan. Terima kasih untuk PLN, khususnya para petugas yang telah menjaga listrik tetap aman saat kami merayakan Iduladha bersama keluarga. Semoga menjadi berkah untuk para petugas”, pungkas salah satu warga muslim di Distrik Walesi.

 

Saat ini daya mampu sistem di Papua dan Papua Barat adalah 330 MW dengan beban puncak pemakaian mencapai 278 MW. Meskipun beberapa lokasi memiliki cadangan daya yang lebih, namun hal tersebut belum menjamin bahwa tidak akan ada gangguan, baik yang disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal.

 

“Personil dituntut agar selalu waspada dan mengurangi potensi gangguan yang akan terjadi. Apabila ada gangguan di luar jadwal pemeliharaan, pelanggan dimohon dapat segera menghubungi contact center 123” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Ari Dartomo. (vio)