SENTANI (LINTAS PAPUA) – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua, sering kesulitan memenuhi permintaan warga yang memerlukan darah golongan AB sebab langka.

“Untuk golongan darah lain seperti A, B dan O itu stoknya aman. Tapi, golongan darah AB ini sangat langka atau sulit,” kata Ketua Harian PMI Provinsi Papua, Zakius Degei, kepada wartawan, Kampung Kwadeware, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura, Kamis (15/8/2019) kemarin sore.

Terkait dengan ketersedian darah, khususnya golongan darah AB di Unit Transfusi Darah (UTD) yang tersebar di seluruh rumah sakit di Provinsi Papua, Zakius Degei mengakui, bahwa memang koordinasinya kurang antara PMI dan semua UTD tersebut.

“Karena ini kebutuhan masyarakat dan orang banyak, sehingga kedepan kami akan berusaha supaya UTD itu bisa bekerjasama dengan semua pihak supaya lebih aktif lagi agar kebutuhan darah itu bisa terpenuhi di Papua, karena UTD inikan ada dibawah PMI,” tegasnya.

Zakius Degei juga mengungkapkan, kurangnya ketersediaan darah AB di seluruh UTD di Provinsi Papua bukan karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya. Tetapi menurutnya, memang golongan darah AB ini adalah golongan darah yang paling langka di dunia.

“Kesadaran masyarakat di Papua pada umumnya sangat tinggi untuk mendonorkan darah. Contoh kita selalu bekerja sama dengan pihak gereja, swasta serta LSM dan berbagai pihak untuk melakukan kegiatan donor darah dan antusiame masyarakat untuk mendorokan darah itu cukup tinggi. Hanya saja, memang untuk golongan darah AB ini sangat sulit,” ujarnya. (Irf)