JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Aktivis Pemuda Papua,  Benyamin Gurik mengatakan, dengan menyadari sepenuhnya kewenangan Partai dalam pentuan Ketua DPRP Papua. Maka, ia meminta agar Nasdem harus berani mewujudkan cita- cita besar Surya Paloh yang ingin memunculkan pemimpin dari Papua.

Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa, bersama Kapolda dan Ketua FKUB Papua, Pdt. Lipiyus Biniluk bersama rombongan lainnya dalam helikopter menuju Korowai. (Foto Pribadi LK)

“Kami mewakili Lapago ingin sampaikan kami mengerti  yang berhak menduduk kursi dan yang berhak dapat partai politik yang mendapat suara terbanyak adalah Nasdem. Namun dalam isu yang beredar Jhon Banua Rouw mendapat suara terbanyak muncul pandangan ini, saya kira ini pandangan keliru, partai NasDem yang menentukan  sebagai partai pemenang, maka harus di pahami,” katanya kepada wartawan di Abe, Selasa (13/8/2019).

 

“Tidak bisa ditoleransi orang yang tidak jelas kedudukan di tentukan menjadi  DPRP, kami hormati hak Nasdem, tapi partai Nasdem juga harus hargai dan tunduk di UU Otsus, semangat otsus harus tunduk di Otsus,” katanya.

 

Lajutnya keaslian Jhon Banua Rouw masih diragukan sebagai orang Papua. Maka Surya Paloh harus merekomendasikan Nama anak Papua yang layak yaitu Laurenz Kadepa.

“Saya sungguh apresiasi sikap bijak berani yang di miliki bapak Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH., dan timnya terutama dalam memperjuangkan 10 persen saham Freeport untuk Papua,” ujar Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa, di Jayapura, Jumat, 30 November 2018 bulan lalu. (Foto Pribadi)

“Kami dengar suda ada dua nama di Pusat dan ada Jhon Banua Rouw ini kami sangat sesakan, harusnya ibu Monim dan Laurens Kadepa, kenapa  Banua  Rouw Nasdem harus melihat Papua, dan lami masih memegang perkataan Surya Pala, Dia ingin melihat orang kulit hitam rambut ketiting menjadi presiden di Indonesia, maka kami minta Laurens Kedepa suda layak sebagai kader terbaik Papua dan dengan ini integritas Surya Palo akan dilihat disitu,” paparnya.

 

Bahkan jika Nasdem mengambil tindakan tidak bijak, maka hal ini akan membuat persolan baru karena masyarakat Papua akan menuntut hak mereka sesuai undang – undang Otsus.

 

“Kalau tidak berikan kepada Laurenz Kadepa kami akan turun mahasiswa dan masyarakat kita akan lumpuhkan minta harus Jhon Rouw Banua mundur dari ketua DPR Papua, karena kursi DPRP ini milik Orang Asli papua,” katanya.

 

Hal serupa juga dikatakan Tokoh Pemuda Meepago, Paskalis Boma mengatakan bahwa  selama menjabat DPR Papua dua periode tidak perna buat apa – apa  untuk negeri ini.

 

“Pelangaram HAM Kesenjangan Ekonomi dan  Persolan Papua  lainya maka kami minta Nasdem jangan gegabah menjadikan Jhon Banua Rouw menjadi Ketua DPRP dan semangat Otsus dengan kerja Laurens Kadepa sudah berada bersama masyarakat Papua, karena Laurens selalu ada di depan bagi masyarakat Papua,  maka jika DPP salah ambil keputusan akan mengganggu stabilitas di Papua,” katanya.

 

Aktivis Pemuda Papua, Benyamin Gurik mengatakan pihaknya mendukung Laurenzus Kadepa menjadi ketua DPR sebab selama ia menjabat selama 5 tahun benar-benar dirinya sudah mengabdi dan memproteksi masyarakat Asli Papua.

 

“Sehingga kami meminta kepada DPW Partai Nasdem untuk mengakomodir Laurenzus Kadepa sebagai ketua DPR Provinsi Papua.  Melalui mekanisme partai agar kursi DPR Provinsi Papua bisa dikuasai oleh orang asli Papua,” katanya. (*)