KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, melakukan launching Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Keerom sebagai sekolah sehat berbasis PHBS (prilaku hidup bersih dan sehat) yang pertama di Keerom. Hal ini ia lakukan di MIN Keerom, Arso 3, Distrik Skanto pada Selasa (13/8/2019) kemarin.

Bupati mengemukakan bahwa pencanangan MIN sebagai sekolah sehat berbasis PHBS adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak dan dimulai dari sekolah. Bahkan menurutnya, untuk mendukung Keerom layak anak yang salah satu syaratnya adalah sekolah ramah anak, maka ia berencana mendorong ada Perda atau Perbup menyangkut hal tersebut.

‘’Kami sedang membuat Perda untuk menjadi kampung/kabupaten layak anak, minimal 5 kampung layak anak dulu. Dalam rangka membentuk kampung layak anak dimulai dari sekolah, jadi prilaku bersih dan sehat ini sangat mendukung sekolah ramah anak untuk menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) tersebut,’’ungkapnya saat memberikan wejangan pada acara tersebut.

Acara launching itu sendiri diwarnai beberapa sub kegiatan diantaranya penyematan selendang jenderal sehat dan dokter cilik, kepada beberapa siswa MIN. Mereka inilah yang nantinya menjadi motor penggerak prilaku hidup sehat bagi anak-anak di sekolah tersebut.

Selain itu Bupati juga mengadakan kuis interaktif dengan beberapa murid SD dan MTs yang berhadiah 3 sepeda dan beberapa hadiah lainnya. Dilanjutkan dengan deklarasi sekolah ramah anak dan kunjungan ke unit UKS (unit kesehatan sekolah) yang ada di MIN Keerom.

Sementara itu Ketua Panitia Kegiatan sebagai reformer, Hersy Sabatini, menjelaskan bahwa kegiatan launching Sekolah Serhat PHBS tersebut merupakan implementasi proyek perubahan Diklat PIM 4 Angkatan XXXI Regional Makassar yang ia ikuti.

‘’Dengan pencanangan MIN Keerom sebagai sekolah berbasis PHBS ini diharapkan kesehatan fisik dan jiwa anak-anak bisa semakin terbina. Baik kebersihan diri, lingkungan, keluarga dan bermasyarakat,’’ujar Hersy.

Hal ini pun mendapat penilaian positif dari Kemenag Keerom dan Papua. ‘’Pencanangan ini sebagai salah satu hal penting bagi pendidikan karakter anak,’’ujar Kabid Pendidikan Islam Kantor Kemenag Provinsi Papua, Nazarudin Towutubun.

Senada dengan itu, Kepala Kemenag Kab. Keerom, Karel Mambay, SE, MPd.K, mengemukakan, ‘’Seiring pencanangkan Keerom menuju KLA, salah satu indikatornya adalah sekolah ramah anak. Maka dengan pencanangan ini, maka kita sambut dan apresiasi tinggi, karena MIN ini menjadi pilot proyek bagi terciptanya sekolah ramah anak di Keerom. Dan perlu diketahui memang MIN ini kita telah tata, semenjak saya di Keerom, beberapa tahun lalu,’’pungkasnya. (arief/lintaspapua.com)