Intelektual Saireri, Michael M Sineri, S.IP. (Foto Pribadi)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – MK Telah Memutuskan Menolak Semua Gugatan Maka Secara Otomatis Partai Nasden Sebagai Pemenang Di Provinsi Papua Isu Mengenai Figur-Figur Calon Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Menjadi Isu Hangat di Papua Jhoni Rouw sebagai salah satu kandidat kuat menduduki Ketua DPR Papua.

 

Kita tahu bersama siapa calon dari Nasdem yang merai suara terbanyak pada pemilihan kemarin. Isu yang menolak dia (Jhoni Banua Rouw) mendapatkan tanggapan keras dari mahasiswa, pemuda dan intelektual Saireri.

Intelektual Saireri, Michael M Sineri, S.IP Mengatakan Penolakan terhadapi Jhoni Rouw itu tidak perlu Ada isu macam ini siapa yang memainkan.? Kita Tahu Bersama Jhoni Rouw Bukan Orang Baru di DPR Papua, Dia Sudah 3 Periode Duduki DPR Papua dan Satu Hal Lagi dia adalah bagian dari kandungan Perempuan Saireri. Keturunan Dari Perempuan Papua Kita Harusnya Menghargai Hal Itu, Kita tidak usa berpolimik soal siapa yang layak jadi ketua DPRP biarkan hal itu menjadi keputusan partai pemenang dalam hal ini internal Partai Nasdem.

Sineri Berharap, Ketua DPW Partai Nasdem di Papua, Mathius Awoitauw harus tegas dalam mengambil keputusan,  tidak perlu karena tekanan dari luar terus mempengaruhi keputusan partai.

“Apalagi platform NasDem mengusung tema-tema restorasi, gerakan perubahan untuk itu harus membawa panji-panji nasionalisme ini, panji-panji demokrasi, agar partai Nasdem di bawah kepemimpinan Mathius Awoitauw tetap akan membuat partai yang dipimpinya menjadi partai masa depan di Papua dan menjadi partai yang sangat disegani dengan komitmen politik tanpa mahar.

Saya berharap ketua DPW Nasdem Papua, Berikan Kesempatan Kepada Siapapun Yang Memenuhi Kriteria berdasarkan ketentuan perundang-undangan untuk menjadi ketua DPRP, Nasden Papua Tidak bisa memaksakan kehendak karena alasan OAP Karena Nasdem Ini Partai Nasional Bukan Partai Lokal.

“Karena itu, siapapun orangnya, dari mana pun asalnya, apapun suku dan agamanya berhak menjadi ketua dewan sepanjang dia dipilih oleh rakyat, memiliki suara terbanyak dan dari partai yang memiliki kursi terbanyak silakan duduk sebagai ketua,” tukasnya

“Sebab setahu saya, dalam UU Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otsus, tidak ada pasal yang mengatur tentang itu.

“Saya juga berharap ketua umum Partai Nasdem untuk tidak perlu mendengar isu dan masukan dari manapun  keputusan DPP harus mengambil keputusan secara baik dalam menentukan figur ketua DPRP berdasarkan ketentuan perundang-undangan maka partai NasDem yang mampu melakukan perubahan besar di Papua dan benar-benar menjadi menjadi partai yang mengutamakan persataun dan kesatuan bangsa,” tandasnya.  (Richard Mayor)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here