JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Kursi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua(DPRP) pasca pemilhan legislatif April 17 2019 lalu, menjadi perhatian dan menjadi percakapan masyarakat di media sosial maupun media massa di Papua, soal sosok siapa yang layak menjadi Ketua DPR Papua periode 2019-2024.

Mencermati dinamika  sosial media dan media massa terkait  Pemilu legislkatif  2019, dimana perolehan suara terbanyak diraih oleh anggota legislatif dari Partai Nasdem.

Sekretaris Jenderal Forum Masirei,  Rando Rudamaga mengatakan,  bahwa  tarik menarik dan saling mengcounter opini terkait  pemegang palu Ketua DPR Papua belakangan ini.

“Semestinya dihentikan,  sebab  hasil Demokrasi lewat  Pileg 2019, dimana kader Partai Nasdem yakni, Jhony Rouw meraih suara terbanyak,”  ujar Rando Rudamaga, didampingi pengurus forum lainnya, Senin, 12 Agutus 2019

 

Rando menyebutkan,  hasil  Pileg  2019 yang ditetapkan oleh KPU Papua,dimana  menetapkan bahwa suara terbanyak  diraih oleh Partai Nasdem atas nama calon legislatif,  Jhony Rouw dengan perolehan suara sebanyak  790.520 suara sah, suara rakyat. Kata Rando.

 

“Sehingga kursi Ketua DPR Papua periode 2019-2024, baik  hasil penetapan KPU Papua dan aturan DPRP Nomor 56 Tahun 2017  tentang  perubahan atas peraturan DPRP Nomor 14  Tahun 2014 pasal 19 (ayat 4) menyebutkan Ketua DPRP ialah anggota DPRD yang berasal dari partai politik yang memperoleh kursi terbanyak pertama di DPRP. Maka secara Demokrasi Pemilu 2019 di Papua, kader Nasdem atas nama Jhony Rouw menjadi Ketua DPRP periode 2019-2024. Maka tidak bisa lagi ada yang memaksakan kehendak yang bertentangan dengan regulasi yang ada,” kata Sekretaris Jenderal Forum Masirei itu.

Menangapi rumor bahwa kursi Ketua DPR Papua harus dijabat oleh orang  asli Papua, dan Jhony Rouw bukan orang asli Papua,  Rando menuturkan kader Nasdem atas nama Jhony Rouw adalah anak asli Papua, yang terlahir dari kandungan perempuan Papua asal Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Distrik Ansus, Kampung Aiwondeni, Serui,  Papua. Ujar Rando.

Hal senada juga diutarakan Kader Nasdem, Roby Wopari mengatakan, bahwa sudah jelas secara regulasinya, maka Jhony Rouw layak menjadi Ketua DPR Papua.

Ketika masih ada anggapan bahwa kursi Ketua DPR Papua harus orang asli Papua. Ini sesuatu yang keliru, sebab ada jabatan Ketua DPRD Kabupaten dijabat oleh non orang asli Papua yakni, Ketua DPRD Kabupaten Biak Numfor periode  2014 – 2019  atas nama Zeth Sandy  (asal Toraja).

Sembari menginggatkan Roby menyebutkan,  hasil Mahkama Konstitusi (MK) secara resmi menolak sengketa Pileg 2019 Papua. Maka penetapan hasil KPU Papua terhadap peraih suara terbanyak atas nama caleg Jhony Rouw,secara regulasi sah pemegang palu Ketua DPRP periode 2019-2024 dipegang oleh Jhony Rouw. Ujar kader Nasdem itu.  (Richard Mayor)