*Dari Acara Pencanangan Kampung Yokiwa Sebagai Kampung Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Tahun 2019

SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., menuturkan bahwa kehadiran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Tenaga Kerja (TK) merupakan anugerah dan berkat besar, untuk kepastian terhadap semua para pekerja di bidang apapun. Yakni, seseorang dapat meningkatkan kreativitas dan kinerjanya karena dijamin oleh jaminan sosial. Ini perlu disyukuri dan perlunya untuk terus sampaikan kepada siapapun untuk mau bergabung dalam program tersebut.

“Kita harus bersyukur bahwa Negara Republik Indonesia bisa memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan seperti ini. Dan, ini merupakan kehadiran Negara ditengah-tengah kehidupan keseharian kita dan kita harus bersyukur serta terus berikan kontribusi besar untuk kemajuan di daerah kita masing-masing,” ungkap Mathius Awoitauw dalam sambutannya pada acara Pencanangan Kampung Yokiwa sebagai Desa (Kampung) Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Tahun 2019, di Kampung Yokiwa, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, belum lama ini.

Mathius juga mengungkapkan, saat ini kampung yang ada di Kabupaten Jayapura akan didorong menjadi kampung adat. Oleh karena itu seluruh tokoh adat harus memperhatikan jaminan yang diberikan oleh Negara dengan begitu ada jaminan dan kepastian dalam menjamin setiap pekerjaan, adat juga ikut serta bertanggung jawab di dalam kepesertaan jaminan sosial.

“oleh karena itu semua kepala kampung, jadi ini  harus diberitakan dan disampaikan untuk menjadi kewajiban kampung untuk ikut serta, bukan aparat saja tetapi juga masyarakat dengan pekerjaan-pekerjaan di semua kegiatan usaha,”ungkapnya.

Selain BPJS Ketenagakerjaan ada juga BPJS kesehatan, semua jaminan kesemuanya harus terus disampaikan karena Kabupaten Jayapura merupakan bagian dari Negara untuk memberikan jaminan itu dilakukan dalam bentuk kerjasama. Setelah itu perlunya juga dilakukan evaluasi untuk mengetahui berapa banyak jumlah jiwa telah terjamin dan telah menerima santunan.

“nah saya minta kepada kepala Diistrik untuk bisa membantu untuk jadikan program jaminan sosial, karena kalau kita menjamin masyarakat suasana kesejahteraan itu akan mulai terasa karena Negara haris untuk jamin kesejahteraan dan kepastian hidup,”lanjut Bupati, menyampaikan.

Ditempat yang sama, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, E.Ilyas Lubis menuturkan, pihaknya secara langsung turun ke kampung dan desa mencontoh perilaku Presiden RI. H.Ir. Joko Widodo, sebab Presiden mencanangkan pembangunan dimulai dari desa dan BPJS Ketenagakerjaan bagian dari Negara yang diberi tugas memberikan perlindungan kepada pekerja, sebagai satu bentuk kesiapan diri menghadapi suatu keadaan tidak pasti.

“BPJS ketenagakerjaan sebenranya memberi perlindungan untuk menjaga kepastian, keberlangsungan dari penghasilan pekerja, jadi pekerja dalam bekerja memperoleh penghasilan tetapi penghasilan itu bisa alami gangguan kalau dalam bekerja terjadi hal-hal yang merugikan misalnya kecelakaan dan meninggal dunia,”ungkapnya

Selanjutnya, jaminan kepada istri dan anak wajib harus ada jangan sampai para pencari kerja apapun profesinya dari pimpinan atau staf biasa termasuk yang berwira swasta wajib memberi proteksi (perlindungan), menjaga saat terjadi kejadian dan mengharuskan keluarkan biaya yang diperoleh dari hasil pekerjaan menjadi berkurang bahkan hilang.

“Negara hadir untuk menanggulangi seluruh pekerja di Indonesia ini dari yang disebut tadi kecelakaan kerja dengan program jaminan tenaga kerjanya, kemudian juga kecelakaan kerja ini kalau dialami para pekerja siapapun pekerja menimbulkan biaya perawatan dan pengobatan berapapun ditanggung oleh BPJS ketenaga kerjaan, sifatnya kepesertaan yang bergotong royong,”jelas, E.Ilyas Lubis

Dimaksud dengan gotong ronyong, Kata Lubis, bagi yang berpenghasilan tinggi dapat membantu bagi mereka berpenghasilan rendah termasuk yang muda membantu yang tua, oleh karenanya siapapun alami kecelakaan kerja jaminannya akan tetap sama dengan pekerja lainnya, dicontohkannya seorang Direktur Bank Papua dengan Petani akan dapat jaminan sama apabila alami kecelakaan kerja, dengan menikmati fasilitas kelas I rumah sakit Pemerintah. (Irf)