SENTANI (LINTAS PAPUA) – Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Tedd Mokay melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung dan sarana penunjang relokasi SMP Negeri 1 Sentani yang berlokasi di Kampung Ifar Besar, Kabupaten Jayapura, Selasa (6/8/2019) kemarin.

Sesuai rencana pembangunan gedung tersebut akan dibangun sebanyak 27 ruang kelas, namun tahun ini untuk pembangunannya baru akan dikerjakan 13 gedung dan sisanya tahun depan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro mengatakan, kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 1 Sentani yang lokasi awalnya di jalan masuk Bandara Sentani pada era tahun 60-an ini tidak akan terganggu dengan kebisingan oleh hiruk-pikuk kendaraan dan aktivitas perkotaan dan pertokoan, yang berbeda di masa sekarang ini.

“SMP Negeri 1 Sentani akan direlokasi di tempat yang nyaman, tenang dan kita bisa fokus dalam proses belajar mengajar. Saya yakin ini tidak salah tempat, artinya menguntungkan pihak pemerintah dan juga pihak adat,” katanya, dihadapan tokoh adat, tokoh agama, perwakilan Lanud Silas Papare Jayapura, Polres Jayapura dan para dewan guru.

Kenapa demikian, lanjut Giri Wijayantoro menyampaikan, jika pembangunan gedung sekolah di bangun pada tempat yang baru secara tidak langsung akan mempengaruhi lingkungan sekitar, salah satunya terjadi kenaikan harga jual tanah atau Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) terhadap tanah di sekitar lingkungan sekolah. Jelas ini sangat menguntungkan sekali, buah dari pengorbanan kecil namun berdampak sangat luas.

“Manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup berkelompok tidak bisa sendiri-sendiri dan semoga ini jadi satu perubahan kesadaran kita semua, dan saya ucapkan terimakasih banyak atas dukungan adat dan masyarakat sekitar ifar besar,”ungkapnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Tedd Mokay, S.Sos., M.Si, mengatakan, sesuai dengan kontraknya, 13 ruang kelas pada bulan desember pembangunannya sudah harus rampung, selanjutnya pihak Provinsi akan membantu penyelesaian ruangan lain.

“Seperti kantor dan juga ruang belajar yang lain, kemudian kalau ada yang kurang di tahun anggaran berikut kita tetap akan melanjutkan, dan kita berharap di tahun depan itu siswa SMP N 1 sentani bisa pindah ke gedung sekolah yang baru,”ungkapnya.

Tedd, menambahkan pembangunan 13 gedung yang diperkirakan rampung tahun ini jelas tidak dapat menampung seluruh siswa dalam kegiatan belajarnya, untuk itu kegiatan belajar mengajar siswa akan dibagi menjadi dua sheet pagi dan siang hari. (Irf)