KEEROM (LINTAS  PAPUA)  – Dalam rangka menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2025 maka Kabupaten Keerom secara bertahap melalui gugus tugas berusaha mewujudkan hal tersebut.

Salah satunya adalah dengan mewujudkan setiap anak di Keerom memiliki akte kelahirannya atau, dan tahun ini ditargetkan 85 persen sebelum akhirnya terwujud 100 persen anak memiliki akte kelahiran tahun 2025.

Sekda Keerom, Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM, mengemukakan bahwa untuk mewujudkan atau melakukan percepatan akte kelahiran bagi anak-anak di Keerom ada beberapa hal yang harus dimiliki.

‘’Pertama kita harus data yang benar. Karena kalau dari sisi perekaman atau kegiatan administrasi kependudukan diantaranya akte kelahiran, harus diawali dengan data yang benar. Saya yakin kalau data sudah benar maka Disdukcapil akan siap melayani secepatnya,” ungkapnya kepada media, belum lama ini di kegiatan Sosialisasi Percepatan Kepemilikan Akte Kelahiran di Aula Kantor Bupati Keerom, belum lama ini.

Ia menambahkan Disdukcapil Keerom akan siap melaksanakan pelayanan pembuatan akte kelahiran untuk mewujudkan hal tersebut. ‘’Tentunya yang pertama, blanko tersedia, dan peralatan penunjang teknis lainnya juga tersedia. Karena selama ini sudah berjalan dengan baik, Dukcapil menerapkan system jemput bola,’’lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Juli Ratnaningrum Anderi, mengemukakan bahwa target Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2025, salah satunya yang harus terwujud adalah 100 persen anak di Keerom memiliki akte lahir.

Namun ia mengemukakan bahwa untuk mewujudkan hal tersebut memang tak mudah. Sehingga target tersebut dilakukan secara bertahap. ‘’Untuk tahun ini ditargetkan 85 persen tercapai. Dan kami mendorong instansi teknis untuk tercapai dalam hal ini sebagai gugus tugas KLA yaitu Disdukcapil yang mana kami dan Dukcapil telah memiliki MOU untuk mewujudkan hal tersebut,’’ujarnya.

Selain itu, untuk mendukung upaya tersebut, DPPA melalui forum anak langsung turun ke kampung-kampung untuk mendata anak-anak yang belum memiliki akte kelahiran. ‘’Jadi melalui forum anak yang ada di kampung mereka mendata, kemudian menyampaikannya ke Forum Anak Kabupaten untuk selanjutnya ke kita dan Dukcapil untuk tindak lanjutnya,’’pungkasnya.

Bahkan untuk mendukung percepatan kepemilikan akte kelahiran, belum lama ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan  Perlindungan Anak (DPPPA) Kabuapten Keerom telah menggelar beberapa kegiatan. Diantaranya adalah sosialisasi percepatan kepemilikan akte kelahiran di Kabupaten Keerom, belum lama ini. Diharapkan ini akan memberikan pemahaman kepada stoke holder terkait upaya tersebut, sehingga ada kesamaan pemahaman dan gerakan untuk mewujudkannya. (arief)