BIAK (LINTAS PAPUA) – Kepala Staf Koopsau III, Marsma. TNI Erwin Buana Utama, Grad.Dipl.in ORS, MMOAS, mewakili Pangkoopsau III Marsda TNI Andyawan Martono P., S.I.P , secara simbolis menyerahkan secara simbolis serpihan pesawat Catalina milik Royal Australian Air Force (RAAF) yang jatuh di hutan Fakfak pada era perang dunia kedua, kepada AIRCDRE John Stanley Meier, Director General of History and Heritage Branch RAAF di Bandara Torea Kabupaten Fakfak. (31/07/2019).

Dalam sambutannya Kaskoopsau III menyambut baik upaya RAAF ini dan menyampaikan penghargaan atas upaya RAAF mengevakuasi pesawat – pesawat RAAF.

“ini sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanan prajuritnya yang menjadi korban konflik masa lalu, dan diharapkan melalui upaya ini dapat mempererat hubungan kerjasama antara Angkatan Udara Indonesia dan Australia dan yang terpenting adalah hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia.” Ujar Kaskoopsau III

Lebih lanjut disampaikan Kaskoopsau III , evakuasi serpihan pesawat catalina ini merupakan hal penting bagi Australia, terkait masalah emosional bagi keluarga korban, mengingat, hingga saat ini masih ada sekitar 3.000 tentara Australia yang hilang di Indonesia, selama perang dunia II.

Sementara itu AIRCDRE John Stanley Meier, Director General of History and Heritage Branch RAAF dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada TNI AU serta Pemerintah Daerah, juga jajaran TNI di Fakfak, serta masyarakat yang telah menemukan dan membantu proses evakuasi pesawat Catalina yang jatuh pada perang dunia kedua ini.

Turut hadir pada penyerahan pesawat Catalina ini, oleh Wakil Bupati Fakfak, Ir. Abraham Sopaheluwakan, M.Si., Dandim 1803/Fakfak, Letkol. Inf. Yatiman, A.Md., jajaran Pemkab Fakfak, serta tim gabungan TNI AU dan RAAF dalam misi evakuasi Catalina. (Vio)