Komisi V DPR Papua Apresiasi Konferensi Internasional AIDS di Kota Jayapura

0
256
Ketua Komis V DPR Papua, Kamasan Jack Kemasan Komboy, Disela sela kegiatan peresmian gedung II DPRP, Kamis(1/8/2019). (Fransisca / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Banyak pihak menyambut baik dan memberikan penghargaan atas diadakannya Jayapura Internasional AIDS Confrence mulai 31-3 Agustus 2019.

Ratusan masyarakat Umum dari berbagai kalangan, para ODHA dan OPD lingkup Pemerinta kota Jayapura, para Bupati serta DPR Papua mengahadiri Jayapura International AIDS Conference.. (Gracio / lintaspapua.com)

Hal senada di sampaikan oleh Ketua Komis V DPR Papua, Kamasan Jack Kemasan Komboy, Disela sela kegiatan peresmian gedung II DPRP, Kamis(1/8/2019).

Menurut pria yang akrab di pangil Jack Komboy, bahw a konferensi ini adalah suatu tonggak baru, dengan hadirnya pembicara dari beberapa negara, bisa di pakai untuk membangun strategi yang baru menangani HIV AIDS di Papua.

Ketua Komis V DPR Papua, Kamasan Jack Kemasan Komboy, mengapresiasi Jayapura Internasional AIDS Confrence yang di prakarsai oleh pemerintah Kota Jayapura.

“Kita berterimakasih dengan diadakannya Konfrensi ini, menurut saya patut di apresiasi. Hari ini kita lihat berkembangnya AIDS di Papua cukup signifikan, dengan adanya konfrensi ini, bisa ada strategi baru, sehingga bisa ditindaklanjuti dengan cepat, baik itu oleh KPA atau Dinas Kesehatan Provinsi Papua,” ungkapnya.

Kemudian Jack Komboy mendukung bila ada kebijakan pemeriksaan HIV-AIDS di kalangan ASN.

“Di Papua ini orang punya kesadaran memeriksakan HIV-AIDS ini cukup rendah, dan berkembang, seperti yang pernah disampaikan bahwa di stadium akhir baru ketahuan, kalau ada wacana pemerintah dan Kabupaten ASN itu harus melakukan pemeriksaan HIV AIDS itu patut di apresiasi, itu suatu hal yang baik,” katanya.

Jack pun menyampaikan bahwa HIV AIDS bukanlah penyakit menakutkan dan perlu di hindari.

“HIV AIDS bukan penyakit luar biasa, HIV AIDS itu sama dengan orang yang sakit Darah tinggi, kalau tidak salah, yang akan mengkonsumsi obat seumur hidupnya, tidak menjadi sebuah hal yang menakutkan,”Jelasnya.

Soasialisasi mengenai HIV AIDS merupakan tangung jawab bersama, Jack Komboy berharap,  tokoh agama Ikut menyampaikan hal ini.

“Sampai hari ini saya lihat pentingnya soasialisasi, yang di sampaikan oleh semua komponen. Saya berharap di Masjid dan di Gereja, Tokoh agama menyampaikan tentang HIV AIDS masih jarang saya lihat, juga berita mengenai HIV AIDS bukan lagi di halaman depan, ini harus menjadi perhatian semua pihak,” tutupnya. (Fransisca/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here