Dipercaya Jadi Kadis PU, Alpius Toam akan Lihat Kembali Rancangan Sebelumnya Serta Lakukan Konsolidasi

0
836
Kepala Dinas PU Kabupaten Jayapura, Alpius Toam, S.T., M.MT, saat diwawancara. (Irfan)

SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  Setelah empat hari lalu dilantik dan dirolling ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Jayapura, Alpius Toam, ST., M.MT, akhirnya melakukan serah terima jabatan (Sertijab) dengan pejabat sebelumnya, Terry F. Ayomi. Sertijab tersebut disaksikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Timothius J. Demetouw, dua mantan Kepala Dinas PU yakni, Tedd Mokay dan Arry R. Deda, sekretaris dan kepala bidang serta staf di Dinas PU Kabupaten Jayapura, Kamis (1/8/2019) kemarin.

Kadis PU lama, Terry F. Ayomi ketika menyerahkan berkas dan dokumen inventaris milik Dinas PU kepada Kepala Dinas PU baru, Alpius Toam, S.T., M.MT., yang disaksikan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Timothius J. Demetouw, Kamis (1/8/2019) kemarin. (Irfan )

Sebelum dilantik menjadi Kepala Dinas PU Kabupaten Jayapura, Alpius Toam juga pernah menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura.

Ditemui usai acara Sertijab, Alpius Toam, ST., M.MT, mengatakan, bahwa yang menjadi prioritas dirinya sebagai pimpinan baru di lingkungan Dinas PU adalah melihat kembali rancangan sebelumnya dari pejabat lama, dengan memperhatikan sejauh mana pekerjaan telah berjalan termasuk melakukan konsolidasi untuk melanjutkan pekerjaan yang dimaksud.

Lanjutnya menguraikan serah terima Jabatan (Sertijab) dan pelantikan pejabat Eselon II dan Eselon III sengaja dipercepat atas amanat Bupati Jayapura, sasarannya wajib untuk memberi dukungan dan sukseskan PON XX tahun 2020 nanti.

“Karena itu semua, kita yang kemarin dilantik dalam jabatan baik eselon II, III dan IV arahan pak Bupati semua harus berjuang untuk menyukseskan PON 2020, nah untuk PU sendiri itu terkait dengan infrastruktur pendukung pelaksanaan PON XX,” terang Alpius Toam.

Alpius Toam juga menyampaikan,  setiap kesulitan akan dengan segera dibenahi, pembenahan dimaksud supaya mempercepat,  Selain itu dia juga meminta  kepada pihak DPR dan BPK dari Provinsi harus menjadwalkan setiap kegiatan, dengan begitu dapat diketahui berapa lama batas waktu setiap pekerjaan untuk dirampungkan, soal waktu bagi pihaknya tidak menjadi masalah, yang terpenting uangnya .

“Persoalan kita ada disoal waktu, waktu untuk pelaksanaan PON hanya tinggal 14 bulan lagi , karena itu 14 bulan lagi harus dimaksimalkan pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan yang sudah dianggarkan itu dalam 5 bulan kedepan ini itu sudah harus dieksekusi untuk pelaksanaannya, nah nanti kita akan kaji dia masalahnya dimana dan apa yang jadi kesulitan,” urainya.

“Kalau ada uangnya untuk waktu itu ada 3 hal yang bisa diperhatikan untuk mencapai target , pertama kita lihat dari volume pekerjaan, kalau volume pekerjaannya besar maka kita minta untuk pihak ketiga yang melaksanakan pekerjaan itu dan pertama minta dia untuk penambahan tenaga, alat dan waktu kerja,” papar Alpius Toam.

Dirinya berpendapat hal itu merupakan strategi untuk mempercepat pekerjaan, dengan begitu disisa waktu yang ada target dapat terkejar, hal lain yang jadi perhatiannya adalah soal jalan alternatif yang akan dibangun dari telaga maya ke kalkote,termasuk jalan dari netar ke kampung yabaso masih terkendala pembebasan lahan.

Soal langkah untuk pembebasan lahan perlu dijelaskan dengan gambar, positifnya didalam gambar perencanaan nantinya dapat diketahui dengan pasti pekerjaan tersebut melintas di daerah mana, dan siapa-siapa yang ada disana, baginya itu penting karena akan memudahkan pihaknya saat menjelaskan kepada masyarakat.

“Supaya kepastian itu segera dicapai dan masyarakat ikut memberi dukungan untuk berkontribusi karena merasa terlibat dalam menunjang kegiatan PON ini, sama dengan perluasan jalan bandara terkait juga soal pembebasan lahan tapi sudah beberapa kali pertemuan, dan nanti kita lihat lagi  mudah-mudahan bisa cepat diselesaikan,” pungkasnya.

Alpius menambahkan, dirinya telah menerima informasi dari pejabat lama kalau ada sebagian lahan telah bersertifikat dan ada yang tidak, selanjutnya akan menjadi tugas dari tim pertanahan guna lakukan klarifikasi status tanah dimaksud supaya pembebasan lahan bisa tercapai.(irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here