Wali Kota  Benhur Tomi Mano  Akan Bertemu Gubernur Sandaun PNG Bahas Narkoba

0
427
Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., dalam waktu dekat akan menemui Gubernur Sandaun (Papua New Guine) guna membahas peredaran narkoba di wilayah perbatasan. (Gracio / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., dalam waktu dekat akan menemui Gubernur Sandaun (Papua New Guine) guna membahas peredaran narkoba di wilayah perbatasan.

Taman di Perbatasan Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Taman yang berdekatan dengan PLBN ini kini menjadi daerah yang paling sering dikunjungi warga Jayapura. (Erwin /HPP)

Benhur menegaskan, marakya peredaran narkoba (ganja) pada wilayah tersebut dan juga orang yang tanpa memiliki identitas bebas masuk ke Kota Jayapura, maka melalui program pemerintah kota Jayapura akan melakukan meeting dengan Gubernur Provinsi Sandaun, Papua Nugini bersama para Bupati dan Walikota.

“Ya tanggal 15 Agustus 2019, besok saya akan mengadakan meeting khusus, yang salah satunya kita bicara tentang peredaran ganja di daerah perbatasan, juga bagaimana penanganan khusus di daerah tersebut,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu, (31/7/2019).

Dikatakan, pihaknya sudah mendapat laporan bahwa ternyata di daerah perbatasan masuknya orang dan barang masih begitu bebas, padahal sudah tempatkan pos-pos lintas batas yang di jaga oleh TNI.

“Di batas sana kan sudah ada pos-pos, tapi kenapa ganja dan orang-orang yang tidak miliki indentitas lengkap bisa lolos begitu saja, jalan-jalan tikus masih mereka pakai guna melakukan transaksi barang haram tersebut hingga tembus ke dalam kota,” ujarnya.

“Masyarakat dari PNG yang tidak memiliki dokumen resmi juga masih banyak berkeliaran begitu bebas di kota Jayapura yakni di Hamadi, di dok 9, dan juga mereka telah kawin mawin dengan orang Indonesia yang ada di kota Jayapura. Untuk itu masalah ini akan kita akan bahas khusus dalam meeting tersebut,” tambahnya.

Ilustrasi Busana adat PNG. (Istimewa)

Terkait dengan itu Benhur berharap dalam pertemuan bersama Gubernur Sandaun, Bupati dan Walikota nanti, dapat menemukan solusi guna memperketat pengamanan pada pos lintas batas yang tersedia.

“Karena jika barang haram itu lolos dan masuk ke Jayapura, saya tidak tahu jelas. Apakah itu masalahnya pada kekurangan personil atau alat-alat pemeriksaan yang kurang canggih. Sehingga hal ini perlu kita sikapi bersama,” tandasnya. (Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here