BIAK (LINTAS PAPUA) – Target eliminasi malaria kita adalah 2030 dimana kita berharap, kita bisa mendapatkan sertifikat nasional atau sertifikat Global dari WHO untuk tidak lagi ada kasus malaria di Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Perwakilan Kementrian Kesehatan RI, Kasubdit Malaria Direktorat P2PTUZ, dr Desriana Ginting dalam workshop advokasi lintas sektor/ lintas program malaria. bertempat di Ruang meeting hotel Nirwana Biak, Rabu (31/07/2019)

“Seperti yang diketahui 80% dari kasus malaria saat ini ada di kawasan Timur, dan 70% nya ada di Papua. Jadi ini merupakan PR daripada teman-teman di Provinsi Papua karena kasus itu masih menumpuk banyak di Provinsi Papua dan sementara 4 Kabupaten di Papua kasus malaria sudah mulai menurun. 4 Kabupaten tersebut yakni Biak Nunfor, Supiori, Lani Jaya dan Jayawijaya.” Kata dr. Desriana dalam sambutannya

Desriana berharap menjelang PON 2020 mendatang, Dinas kesehatan dan Stakeholder terkait dapat melaksanakan penurunan kasus eliminasi malaria. Dirinya juga berharap dengan adanya workshop advokasi lintas sektor ini dapat menghasilkan rencana tindak lanjut yang dapat dilakukan bersama untuk menurunkan kasus malaria dan pelaksanaan eliminasi malaria.

Sekda Kabupaten Biak Numfor Markus O. Mansnembra mengatakan bahwa workshop yang dilakukan hari ini menunjukkan komitmen yang kuat dari Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait dalam pelaksanaan eliminasi malaria. “kami berharap dengan whorkshop hari ini kita akan membahas Lebih detail lagi, lebih spesifik bagaimana kita masuk pada tahap eliminasi. Kalau ini bisa dilakukan secara baik dengan penuh tanggung jawab, eliminasi terhadap penyakit malaria bisa kita capai.”tuturnya

Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Markus menjelaskan bahwa Biak termasuk dalam Kabupaten yang kategori malarianya sangat rendah yakni 0,4% yang artinya 0,4% ini 1 orang per 1000. Sehingga dapat dipastikan bahwa malaria di Biak sudah menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Sekda menambahkan, dengan dilakukanya workshop hari ini juga merupakan satu peluang untuk pelaksanaan Pon 2020 sehingga dari sisi garansi masalah kesehatan khususnya malaria, Kami mewakili Pimpinan Daerah berani menyampaikan pernyataan bahwa Biak sudah hampir pasti bebas dari malaria. (Vio)