JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Ratusan masyarakat Umum dari berbagai kalangan, para ODHA dan OPD lingkup Pemerinta kota Jayapura, para Bupati serta DPR Papua mengahadiri Jayapura International Aids Conference.

Selain itu, konferensi yang berlangsung selama empat hari sejak Rabu, (31/7/2019) hingga Sabtu, (3/8/2019) menghadirkan empat pembicara dari luar negeri. Masing-masing pembicara itu yakni, Dr Shailendra Sawleshwarkar (University of Sydney), Caroline Francis (ahli antropologi budaya) dari Universitas Victoria, Kanada.

Kemudian Danielle Somers B, ahli kesehatan masyarakat dari Australia dan Krittayawan (Tina) Boonto dari UNAIDS. Ajang konferensi ini secara resmi dibuka oleh wali kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM.,ditandai dengan pemukulan tifa.

Wali kota dalam sambutannya mengajak untuk para pemimpin Daerah berkomitmen bersama untuk menyelamatka orang papua dari penyakit HIV.

Dikatakan, pelaksanaan konferensi ini sangat penting dalam rangka penggalangan komitmen bersana semua steakholder memerangi HIV/Aids di kota Jayapura.

“Pertemuan ini menjadi pertemuan internasional terbesar dan pertama diadakan di tanah papua, di kota Jayapura tetapi juga di kawasan Indonesia timur dalam hal HIV/Aids dengan melibatkan pembicara internasional,” katanya, Rabu, (31/7/2019).

Ditambahkan, Jayapura internasional conference merupakan salah satu wadah bertemunya seluruh pemangku kepentingan terkait upaya pengendalian HIV/Aids dimana kita melakukan evaluasi bersama berbagi pengalaman serta merumuskan strategi kedepan yang lebih tajam bersama.

“Untuk itu kiranya Jayapura International Aids Conference dapat dimanfaatkan bersama untuk memerangi HIV menuju 3 zero,” tandasnya. (Gracio/lintaspapua.com)