BPJS Kesehatan  Biak Numfor Perkenalkan Aplikasi INSIDEN

0
205
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Biak Budi Sukwara saat ditemui usai ngopi bareng Media di Cafe Koffie Kitong Biak, Rabu (31/07/2019). (Viona)

BIAK (LINTAS PAPUA) – Untuk mengurangi dampak kecacatan dan kematian terhadap korban Kecelakaan Lalu Lintas (KLL) dan juga memberikan pelayanan publik yang terbaik kepada masyarakat, BPJS Kesehatan Cabang Biak bersama PT. Jasa Raharja (Persero) mengembangkan INSIDEN (Integrated System For Traffic Accidents). Untuk wilayah Kabupaten Biak Numfor akan segera diterapkan.


Integrated System for Traffic Accidents (INSIDEN), sebuah aplikasi yang dikembangkan BPJS Kesehatan bersama PT. Jasa Raharja (Persero) dan telah diimplementasikan sejak Maret 2019, berhasil masuk dalam jajaran Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Republik Indonesia.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Biak, Budi Sukwara mengatakan INSIDEN merupakan sinergi aplikasi antara BPJS Kesehatan dan PT. Jasa Raharja (Persero) yang dibangun secara web based sehingga dapat diakses dengan mudah oleh Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang memiliki koneksi jaringan internet.

“Insiden ini untuk memudahkan masyarakat, Jadi selama ini kan masyarakat harus mengurus sendiri, apabila terjadi kecelakaan lalu lintas harus membawa sendiri laporan polisi kemudian ke rumah sakit dan seterusnya. Dengan aplikasi INSIDEN ini sudah terkoneksi antara aplikasi BPJS Ksehatan, Jasa Raharja dan kepolisian. masyarakat kalau mengalami kecelakaan lalu lintas cukup melapor ke polisi nanti laporan polisinya sudah terkirim secara elektronik ke aplikasi yang ada di Rumah Sakit dan secara otomatis akan terlihat siapa yang akan menjaminnya.” Ujar Budi saat menggelar Kegiatan Ngopi Bareng Media, Rabu (31/07/2019)

Selain itu, Budi juga menjelaskan bahwa, dalam kasus Kecelakaan Lalu Lintas khususnya untuk kecelakaan lalu lintas ganda, Jasa Raharja menjadi pihak penjamin pertama ketika korban dirawat di Rumah Sakit sampai dengan batas plafon sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah melewati plafon tersebut, maka korban yang juga adalah Peserta JKN-KIS akan dialihkan penjaminannya kepada BPJS kesehatan.

Sedangkan untuk kasus kecelakaan tunggal, Peserta JKN-KIS mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan langsung dari BPJS Kesehatan yang bertindak sebagai penjamin pertama.

“Secara prinsip nya tetap sama kalau kecelakaan lalu lintas tunggal porsinya BPJS kalau ganda porsinya Jasa Raharja dengan catatan di Platfon nya yang 20 juta masih cukup itu murni oleh Jasa Raharja. Tetapi kalau ternyata itu lebih, BPJS Kesehatan ikut menjamin sebagai penjamin kedua.” Jelas Budi

Dengan komitmen bersama, antara BPJS Kesehatan, PT Jasa Raharja (Persero) dan penyedia pelayanan kesehatan, INSIDEN dapat menjadi salah satu bukti nyata inovasi pelayanan publik bagi korban KLL.
Rumah sakit sebagai user INSIDEN harus memahami kebijakan penjaminan KLL secara baik.(Vio)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here