Jelang Pelaksanaan PON XX 2020,  Pupuk Bersubsidi Diawasi Ketat

0
176

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Jelang pelaksanaan PON XX Tahun 2020, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua, akan menyiapkan stok pupuk bersubsidi yang cukup untuk kebutuhan para petani di Papua, agar dapat mengelolah pangan lokal seperti sayur-sayuran, cabe dan buah-buahan yang berkualitas untuk kebutuhan pelaksanaan PON nanti.

 

Pupuk bersubsidi yang diberikan oleh pemerintah kepada para petani di 11 Kabupaten akan diperketat pengawasannya sehingga dapat terserap merata, sebaliknya tidak terjadi penumpukan apalagi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

“Tahun depan 2020, pemerintah provinsi Papua akan menerapkan system online, sehingga kelompok tani di Papua akan diberikan Kartu Tani, agar pendistribusian pupuk bersubsidi jelas sesuai dengan data masing-masing yang diinputkan, Kartu Tani bertujuan sebagai alat transaksi bagi petani jika ingin membeli pupuk. Itu juga dimaksudkan untuk mengurangi penyimpangan-penyimpangan.” Demikian dikatakan Kepala Bidang Sarana dan Prasaran Dinas Pertanian Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua, H. Widodo, kepada lintaspapua di ruang kerjanya, Kamis (25/7 2019).

 

 

Dijelaskan saat ini pihaknya sedang melakukan pengimputan (input data) petani di Papua, khusus bagi petani yang berda di 11 kabupaten yang menggunakan pupuk bersubsidi.” Memang di Papua semua daerah tidak semuanya menggunakan pupuk, hanya sebelas kabupaten saja yang terdata menggunakan pupuk, kita tau bahwa di daerah pegunungan, petaninya hampir tidak menggunakan pupuk, contoh tanaman umbi-umbian seperti keladi, singkong, betatas, makanya kedepan  kita data dulu dengan baik semua petani, sehingga mereaka juga bisa memperoleh kemudahan untuk dibantu oleh Pemerintah,”terang Widodo.

 

Kemudian menuruya, mekanisme penyaluran pupuk, akan didistribusikan melalui kios pengecer  di daerah-daerah sentra produksi, dan yang berhak membeli adalah petani yang bekerja di wilayah pengecer. “jadi kami suda mulai melakukan sosialisasi kepada petani, bagaimana mengisi aplikasi, target kami tahun 2020 petani di Papua miliki Kartu Tani, menggunakan system online.”paparnya.

 

 

Tahun depan sesuai dengan arahan pemerintah pusat, maka kita akan terapkan Kartu Tani di Provinsi Papua dan sementara ini sedang mempersiapkan semua kekuranganya, termasuk menunggu Kabupaten/kota  yang sementara ini sedang mendata  dan mengimput data ke Sistem Electronik Rencana Devenitif  Kebutuhan Kelompok (ERDKK).

Diketahui bahwa penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani di Papua, presentasinya untuk Pupuk NPK telah tersalur 54.68 % ke petani,  pupuk SP-36 suda mencapai 71.38% tersalurkan, Pupuk ZA, 60.85% dan pupuk organiknya 39.90 % telah tersalurkan. Dari data Badan Pusat Statistik Papua 2018, Petani di Provinsi Papua berjumlah 382.443. (Mozes Baab)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here