Hari Bhakti, Prajurit TNI AU Harus Profesional, Modern dan Inovatif

0
129
Danlanud Silas Papare, Marsma TNI. Tri Bowo Budi Santoso memimpin apel peringatan hari bakti ke-72 TNI AU, di Lanud Silas Papare, Senin (29/7/2019) pagi. (Irfan )

SENTANI (LINTAS PAPUA) – “Prajurit TNI Angkatan Udara (AU) diharuskan untuk dapat bekerja secara profesional, modern dan inovatif. Ini adalah pesan dari pimpinan kami dan itu harus dilaksanakan, karena bagi prajurit pesan atasan adalah perintah,” demikian kata Danlanud Silas Papare, Marsma TNI. Tri Bowo Budi Santoso,  saat ditemui wartawan usai pelaksanaan Upacara memperingati ke-72 Hari Bhakti TNI Angkatan Udara, di Lanud Silas Papare, Senin (29/07/2019) siang.

Selain upacara dalam rangka memperingati ke-72 Hari Bhakti TNI AU, Lanud Silas Papare juga melakasanakan acara-acara tambahan untuk memeriahkan peringatan hari bersejarah bagi TNI-AU untuk mengenang semangat kepahlawanan dan patriotisme 29 Juli 1947.


Acara tambahan tersebut, berupa acara bakar batu dan lomba kreatifitas pemanfaatan limbah plastik.

Selain itu, Lanud Silas Papare juga menghadirkan para pembuat sagu untuk mempraktekkan bagaimana proses pembuatan sagu dengan tujuan dapat mengedukasi prajurit TNI-AU dan masyarakat pada umumnya bagaimana proses menokok sagu hingga menjadi tepung sagu yang banyak di jual di pasar.

“Bakar batu dan tokok sagu ini adalah budaya khas dari Papua. Kalau bakar batu dari daerah pegunungan tengah. Tokok sagu dari daerah pesisir. Ini tujuannya adalah agar anggota Auri yang berdinas di Papua juga bisa tau apa saja budaya yang ada ditempatnya berdinas selain kepada anggota ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat betapa pentingnya melestarikan budaya” kata Jenderal TNI -AU berbintang satu ini.

Dalam rangkaian acara peringatan Hari Bhakti TNI-AU ke 72 itu, Lanus Silas Papare juga meresmikan saung (sejenis honai) yang nantinya dapat digunakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura ketika ingin bersantai usai olahraga di sekitaran lapangan milik Lanud Silas Papare.

“Ini adalah saung kedua yang kita buat dan resmikan, saung pertama ada di belakang cafe Auri yang tempatnya berhadapan dengan Kantor Bupati Jayapura. Saung itu kita beri nama Saung Inspirasi, karena saung itu yang pertama dan Saung kedua yang ada di belakang kami ini kita beri nama Saung Kreasi,” kata Danlanud Silas Papare.

Dirinya juga menjelaskan, pembuatan kedua saung itu berdasarkan perintah Kasau yang mengharuskan prajurit TNI-AU untuk dapat berinovasi dalam membuat sesuatu yang baru.

“Semua bahan yang kita pakai dalam pembuatan saung ini adalah sisa dari bencana banjir bandang tanggal 16 dan 17 Maret lalu yang kita kumpulkan satu persatu dan di kreasikan sehingga menjadi saung ini,” tukasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, meski bencana banjir bandang yang melanda kota Sentani dan sekitarnya menyisahkan duka yang amat dalam bagi seluruh masyarakay Kabupaten Jayapura, namun ada hikmah dan pelajaran yang dapay dipetik dari kejadian tersebut.

“Salah satunya ya seperti ini, kita kreasikan material yang dibawa banjir itu menjadi saung dan ini juga sebagai contoh yang bertujuan agar masyarakat korban banjir dapat segera bangkit dari segala keterpurukan yang dialami agar lebih tegar dan dapat melanjutkan hidup lebih baik kedepan,” tukasnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here