Dana Kampung Tahap Dua di Kabupaten Jayapura Siap Dicairkan

0
439
Kepala DPMPK Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, saat ditemui media di ruang kerjanya, Selasa (22/1/2019) beberapa waktu lalu. (Irfan)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Dana kampung tahap kedua 2019 baik yang bersumber dari APBN maupun APBD siap dicairkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung (DPMPK) Kabupaten Jayapura di akhir bulan Juli atau di awal bulan Agustus 2019.

Penyaluran akan dilakukan dengan memprioritaskan kepada kampung yang telah menyerahkan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana kampung tahap pertama.

“Memasuki akhir bulan Juli ini atau masuk awal bukan Agustus nanti, proses pencairan anggaran dana kampung tahap kedua tahun 2019 mulai kami siapkan pencairannya,” ungkap Kepala DPMPK Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, S.Sos.,  kepada awak media saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/07/2019) sore.

Untuk itu, Elisa Yarusabra menegaskan, bahwa laporan pertanggungjawaban penggunaan setiap dana kampung yang masuk, baik ADD maupun ADK hendaknya digunakan secara baik unttuk pembangunan dan dapat dipertanggungjawabkan guna memastikan pencairan tahap-tahap selanjutnya.

“Kami tidak akan beri toleransi kepada kampung-kampung yang tidak memasukan laporan pertanggungjawaban. Bagi kampung yang tidak memasukan laporan maka sudah tentu, dana kampung seluruhnya akan ditahan,” tegasnya.

Percepatan penyaluran dana kampung  tahap kedua, tergantung dari penyelesaian  laporan pertanggungjawaban dari kepala kampung bersangkutan. Jika kepala kampung  sudah menyampaikan rincian laporan penggunaan pertanggungjawaban dana kampung, maka akan diusulkan untuk menerima kucuran dana kampung tahap kedua.

Selain itu, Elisa menyampaikan, bahwa 80 persen dana kampung bagi 139 kampung yang ada di Kabupaten Jayapura, baik itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) telah dicairkan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung (DPMPK) Kabupaten Jayapura.

Lanjut Elisa mengatakan, sisa 20 persen diharapkan untuk secepatnya dicairkan, sehingga dana kampung tahap kedua dapat dicairkan.

“Keterlambatan pencairan ini disebabkan oleh lambat masuknya laporan pertanggungjawaban penggunaan dana kampung tahun 2018. Bagi yang telah memasukan laporan, maka dananya telah dicairkan dan sisanya belum cair karena belum masukan laporan pertanggungjawaban,” ujarnya.

Menurut Elisa, dana kampung yang bersumber dari APBN disebut dengan Alokasi Dana Desa (ADD), sedangkan dana kampung yang bersumber dari APBD disebut dengan Alokasi Dana Kampung (ADK). Kedua sumber dana sepenuhnya akan diturunkan ke masing-masing kampung guna membiayai program-program pembangungan kampung.

Dirinya menerangkan, untuk pentahapan pencairan dua sumber dana tersebut berbeda, yakni ADD dalam proses pencairannya dilakukan selama tiga tahap, sementara dana ADK dicairkan dua tahap.

Tahap pertama dicairkan berdasarkan laporan pertanggungjawaban tahun 2018, sedangkan tahap kedua dan ketiga dicairkan berdasarkan laporan penggunaan dana kampung tahap satu 2019.

Elisa Yarusabra memastikan bahwa semua kampung di Kabupaten Jayapura akan mendapat pencairan dana kampung dalam bulan ini.

Karena itu, Elisa sangat mengharapkan dukungan dan kerjasama dari semua kampung dalam proses pelaporan. Sehingga secara kelembagaan dapat membantu pihaknya untuk menyiapkan administrasi terkait pencairan dana-dana kampung. Selain itu, untuk mempermudah proses pertanggungjawaban kepada lembaga-lembaga pengawas internal. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here