Bupati Mathius Awoitauw Tinjau Pembuatan Kapal Wisata : Siap Keliling Danau Sentani, Habiskan Dana Rp. 8 Miliar

0
475
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, didampingi Kadishub Kabupaten Jayapura Alfons Awoitauw, S.IP, saat meninjau pembuatan kapal wisata, di Galangan Kapal, Jembatan II, Distrik Sentani Timur, Sabtu (27/7/2019) pagi pekan kemarin. (Irf)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., bersama Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Alfons Awoitauw, S.IP, meninjau langsung pembuatan kapal wisata yang dikerjakan oleh PT Royal Advanced Fiber, di Galangan Kapal, Jembatan II, Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Sabtu (27/7/2019) pagi pekan kemarin.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, mengatakan, pembuatan kapal dengan teknologi rancang bangun (Vaccum Infussion) ini sangat special, karena pengerjaannya melibatkan perancang dari luar negeri. (Irf)

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, mengatakan, pembuatan kapal dengan teknologi rancang bangun (Vaccum Infussion) ini sangat special, karena pengerjaannya melibatkan perancang dari luar negeri.

“Jadi, kita datang kesini karena yang mengerjakan kapal ini ingin menunjukan langsung kepada kita proses pengerjaannya seperti apa. Karena apa yang akan digunakan di kapal ini merupakan teKnologi terakhir dari kapal-kapal seperti ini,” kata Mathius Awoitauw kepada awak media usai meninjau langsung pembuatan kapal wisata, Sabtu (27/7/2019) pagi pekan kemarin.

Dikatakannya, hal ini bertujuan agar para pemesan dapat mengikuti semua proses pengerjaan yang dilakukan.

“Jadi tidak hanya kapal jadi lalu diserahkan kepada pemesan. Ini juga merupakan salah satu itikad baik yang dilakukan oleh pengusaha,” jelasnya.

Kapal berukuran 20×5 meter dengan kapasitas 50 penumpang yang akan digunakan oleh Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata ini nantinya adalah kapal yang sangat mewah untuk kepentingan wisatawan yang ingin mengelilingi Danau Sentani.

Bupati Mathius juga berharap dengan adanya fasilitas seperti ini, kedepannya pariwisata di Papua khususnya di Kabupaten Jayapura bisa lebih hidup.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw, S.IP., menjelaskan bahwa rencana perancangan kapal sudah dilakukan sejak lama, hanya saja baru terealisasi tahun 2019 ini.

“Ini sudah ditunda satu tahun, jadi total anggaran yang dikeluarkan untuk kapal wisata dan segala pendukungnya ini adalah sebesar Rp. 8 miliar,” bebernya.

Dana sebesar Rp. 8 miliar itu digunakan pembangunan tiga item. Item yang pertama adalah pembangunan kapal yang menelan biaya sebesar Rp. 7,2 miliar dan sisanya untuk pembangunan hanggar dan gudang.

Pria yang pernah menjabat Kadistrik Sentani ini pun melanjutkan, lokasi Jembatan II yang digunakan untuk pembuatan kapal wisata hingga saat ini masih disewa oleh pemerintah setempat.

“Jadi, nanti tidak menutup kemungkinan kalau lokasi ini akan kita jadikan asset juga, karena docking sudah dibangun, mal kapal sudah ada, lalu akan ada pembangunan pelabuhan. Jadi untuk kepentingan kapal saya kira ini harus dimiliki,” sebutnya.

Selain itu, Alfons menambahkan bahwa lokasi tersebut sangat layak untuk tempat docking kapal.

“Untuk pembebesan lahan itu adalah wewenang bapa bupati dalam hal ini Dinas Pertanahan dan hanya tinggal komunikasinya seperti apa nantinya” tandas Alfons Awoitauw yang juga Ketua Karang Taruna Kabupaten Jayapura. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here