Bappeda Keerom Gelar Bimtek Perencanaan Pembangunan Daerah

0
471
Usai pemberian materi, Kepala BPKP Provinsi Papua, Sueb Cahyadi, Asisten III Keerom, Edi Buntan, dan Kepala Bappeda Keerom, Agus Salim, bersama perwakilan peserta kegiatan Bintek Perencanaan Pembangunan di Kabupaten Keerom, melakukan foto bersama, kemarin. (Arif)

KEEROM (LINTAS PAPUA)   –  Bappeda Kabupaten Keerom menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Keerom Tahun Anggaran 2019, di Hotel Horizon, Kotaraja, Kamis kemarin (25/7/2019).

Para peserta yang berasal dari seluruh SKPD/OPD di lingkungan Pemkab Keerom, mengikuti kegiatan ini selama dua hari (25-26 Juli 2019) tersebut.

Suasana Pembukaan Kegiatan. (Arif)

Bupati Keerom, melalui Asisten III Setda Keerom, Edi Buntan mengemukakan, bahwa system perencanaan pembangunan nasional adalah satu kesatuan tata cara pembangunan nasional untuk menghasilkan rencana pembangunan jangka panjang maupun jangka menengah untuk bisa menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.

Dikatakan,  bahwa untuk capai tujuan perencana pembangunan tersebut perlu dukungan antara pelaku pembangunan untuk mampu berintegarsi, sinkronisasi dan sinergi antar kesatuan, antar fungsi dari pusat hingga daerah.

‘’Hal ini untuk menjamin pemanfaatan sumber daya yang ada agar dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat,’’ujarnya.

 

Ia menambahkan,  sistem perencanaan pembanunan harus mempunyai 3 aspek, yaitu ekonomi growt atau pertumbuhan ekonomi yang baik, self system perekonomian.

“Sehingga pertumbuhan tercapai dengan wajar dan alamiah, serta freedom, yaitu masyarakat memiliki kebebasan untuk berperan serta dalam pembangunan,’’tambahnya.

Sementara itu,  Kepala BPKP Papua, Sueb Cahyadi, pada kesempatan tersebut tersebut memberikan apresiasi atas opini WTP atas pengelolaan keuangan di tahun 2018.

“Karena opini WTP merupakan salah satu indicator penyelenggaraan pemerintah yang bergerak maju dalam pengelolaan tata pemerintahan. Namun ia mengingatkan bahwa hal itu harus dipertahankan untuk tahun-tahun selanjutnya,” katanya.

‘’Salah satu strategi ada pendekatan sifatnya sistemik adhoc melalui proses yang biasa namun langsung focus kepada pelaporan keuangan yang baik yang sistemik ini dengan cara perbaiki pengendalian internal di seluruh SKPD,’’ungkapnya.

Salah satu pilar untuk membangun system yang baik adalah perencanaan pembangunan, dan kini pemerintah menerapkan penggunaan aplikasi sebagai salah satu inovasi yang dibangun pemerintah.

Sedangkan Kepala Bappeda Keerom, Agus Salim, mengemukakan bahwa salah satu kendala dalam perencanaan adalah perubahan yang cepat. Yaitu saat ini semua perencanaan hingga pelaporan serba elektronik dan dan terintegrasi. Selain itu mutasi di lingkungan pemerintahan juga mempengaruhi.

‘’Makanya kita (Bappeda, red) perlu melakukan pembinaan, upgrating atau capacity building bagi mereka, agar bisa mengikuti dinamika perubahan kebijhakan yang cepat. Karena keebijakan dari pusat tentunya akan berdampak ke kabupaten. Untuk itu mereka harus pahami siklus perencanaan, karena kerja mereka di SKPD sangat berhubungan erat dan mereka punya tanggungjawab besar untuk tepat waktu melakukan perencanaan,’’lanjutnya.

 

‘’Ketiga kalau sudah terinergrasi, maka kesuaisan harmonisai dokumen perencanaan, RPJM, RPJMD, renstra SKPD harus sinkron. Dan tahunndepaw kita mulai Ranwal (Rancangan awal) RPJMD Tahun selanjutnya,’’tukasnya.

Sementara itu Ketua Panitia kegiatan, Yopi W, mengemukakan kegiatan ini akan berlangsung selama 2 hari diikuti bagian perencanaan dari setiap SKPD di lingkungan Pemkab Keerom. Dengan sasaran meningkatkan kemampuan dan pengetahuan SKPD dalam mengidentifikasi permasalahan dalam menyusun perencanaan daerah di Kab Keerom. (Arief)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here