KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Tim Pelayanan Hukum, Kanwil Kemenkum HAM Papua kembali melakukan sosialisasi & penyuluhan Hukum Keliling Bijaksana dalam Penggunaan Media Sosial terhadap dampak Bullying dan Hoax di era Generasi Milenial di SMK Negeri 1 Kabupaten Keerom pada Rabu, 17 Juli 2019 pagi.

Sebanyak 300an siswa/siswi baru peserta Kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah SMAN Negeri 1 Keerom hadir dalam acara tersebut.

Tim Penyuluh Hukum Kanwil Kemenkum HAM Papua, dipimpin oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, diwakili Kabid Hukum, Sutrisno, Kasubid Produk Fasilitasi Hukum, Ruben Samai, sebagai Pemateri dan Narasumber, Kasubid Bantuan Hukum, Penyuluhan Hukum &JDIH, Agoestho Prawar, beserta JFT dan JFU di Jajaran Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Papua.

Acara dibuka oleh, Sutrisno selaku Kepala Bidang Hukum Kanwil Papua. Sutrisno pada kesempatan tersebut berpesan agar kegiatan ini dipahami & diperhatikan dengan seksama oleh siswa siswi supaya bisa terhindari dari bahaya hoax.(17/7/2019).

Dikatakan Kabid Hukum, Berita Hoax yang merupakan berita bohong yang dibuat seolah-olah merupakan suatu kebenaran. Dampak masifnya bahkan bisa menghancurkan suatu negara. Hingga sekarang Bangsa kita sedang berjuang berbenah melawan hoax yang hampir merusak kesatuan NKRI.

Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau & suku bangsa serta agama bisa saja bernasib seperti itu jika masyarakatnya mau diadu domba oleh pihak-pihak yang ingin membuat kekacauan di negeri ini, ungkap Sutrisno (17/7/2019)

Kabid Hukum berharap, untuk para siswa siswi sebagai generasi Milenial bangsa hendaknya selalu waspada & berupaya untuk jadi bagian dari pejuang anti hoax. Selalu bijak sebelum menyebarkan berita apapun.

Usai menerima materi siswa siswi baru SMK N 1 Keerom mendapat kesempatan mengikuti kuis berupa pertanyaa dari pemateri untuk mendapatkan hadiah makanan ringan serta uang tunai seratus ribu rupiah dari Kabid Hukum, Sutrisno.

Kepada Humas Kanwil Kemenkum HAM Papua, Sutrisno mengatakan dampak masalah medsos saat ini menjadi trend, hal ini jika kita tidak memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada generasi muda kita, maka kita menjadi Bangsa yang terjebak dalam berbagai macam persoalan.

“Kita membangun karakter dimulai dari anak-anak sekolah, sehingga bijak dalam bermedsos,” Ungkap Sutrisno

Anak-anak SMK N 1 Keerom ini bisa mandiri ke depan, Harap Kabid Hukum, artinya bisa melindungi jati dirinya ketika bermedsos, saya yakin SMK ini ke depan akan menjadi idola.

Yosefina Palayukan, S.Pd Wakasek Humas, SMK N I Keerom sangat berterima kasih kepada Kanwil Kemenkum HAM Papua, dan berharap apa yang telah diterima dalam materi dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari karena dalam bermedsos harus sangat berhati-hati, jika tidak akan merusak pribadi, bangsa dan Negara dan merusak nama sekolah.

“Jika digunakan dengan benar akan mencerdaskan kehidupan dia dan meningkatkan prestasi”, tegas Yosefina.

Ketua Jurusan Multi Media, Muh. Saifulo S.Kom SMK N 1 Keerom mengaku bersyukur atas Penyuluhan Hukum keliling yang disamlaikan dari Kanwil Papua.

Menurutnya, pas sekali ketika pihak Kemenkum HAM datang menyampaikan ilmu serta aturan-aturan hukum dalam penggunaan medsos yang benar kepada pelajar di sekolah ini.

” Di SMK kita membebaskan anak-anak menggunakan medsos namun dasar-dasar pengetahuan hukum dalam menggunakan itu, mereka tidak tau, ” Jelas Saifulo

Lantas dirinya berharap, tahun-tahun ke depan peran aktif Kemenkum HAM sangat diharapkan kerja samanya, dengan disiplin ilmu yang berbeda, karena sangat balance saling gayung bersambut dengan kami, tutupnya. (LAPORAN TIM HUMAS KANWIL KEMENKUMHAM PAPUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here