Tiga Wilayah Penduduk Termiskin di Indonesia : Provinsi Papua 27,53 Persen, Papua Barat 22,17 Persen dan NTT 21,09 Persen

0
1110
Tanah Papua Diberkati dengana alam melimpah, namun inilah kenyataa jika manusianya masih hidup miskin, sehingga perlu ada perhatian yang lebih baik kedepannya. Tampak keindahan Kota Jayapura. (Eveerth Joumilena/ lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS APPUA) – Persentase penduduk miskin di bumi Cenderawasih pada periode September 2018 hingga Maret 2019, dicatat mengalami kenaikan.

“Kenaikan tercatat sebesar 0,10 persen dari 27,43 persen pada september 2018 menjadi 27,53 persen pada Maret 2019. Kenaikan ini terjadi baik di daerah perkotaan dan pedesaan,” terang Kepala BPS Papua, Simon Sapary, kemarin. (Erwin / HPP)

Dalam rilis kepada pers, Badan Pusat Statistik (BPS) Papua menyebut kenaikan penduduk miskin terjadi di wilayah perkotaan maupun pedesaan.

“Kenaikan tercatat sebesar 0,10 persen dari 27,43 persen pada september 2018 menjadi 27,53 persen pada Maret 2019. Kenaikan ini terjadi baik di daerah perkotaan dan pedesaan,” terang Kepala BPS Papua, Simon Sapary, kemarin.

Dijelaskan dia, untuk penduduk miskin daerah perkotaan, dipastikan naik sebesar 0,25 persen, dari 4,01 persen pada september 2018 menjadi 4,26 persen. Sementara untuk pedesaan naik 0,19 persen, dari 36,65 persen pada sepember 2018 menjadi 36,84 persen.

Sementara komoditi makanan dipastikan berperan cukup besar terhadap garis kemiskinan, dibandingkan peranan komoditi bukan makanan.

Diketahui, secara presentase penduduk miskin menurut provinsi se-Indonesia pada maret 2019, tiga wilayah dengan penduduk miskin terbesar di kawasan timur Indonesia yaitu Provinsi Papua dengan presentase 27,53 persen, Papua Barat 22,17 persen dan NTT sebesar 21,09 persen.

Sementara presentase penduduk miskin terendah yakni provinsi DKI Jakarta 3,47 persen, Bali 3,79 persen, dan Kalimantan Selatan 4,55 persen.

Adapun komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap garis kemiskinan Papua didaerah perkotaan adalah beras, rokok kretek, tongkol/tuna/cakalang, telur ayam ras dan daging ayam ras. Sedangkan komoditi yang berpengaruh besar terhadap GK di pedesaan adalah ketela rambat, beras, rokok kretek, daging babi dan ketela/pohon singkong. (win)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here