Program Prospek dan Gerbangmas Sementara Dihentikan, Akan Dilanjutkan Usai PON XX 2010

0
581
Lukas Enembe, S.IP, MH., menilai revisi UU Otsus bagi Papua, sudah sangat mendesak sebab dalam penerapannya “tumpul” dan hampir-hampir tidak punya kemampuan menterjemahkan seluruh isi dari produk perundang-undangan itu. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Pemerintah Provinsi Papua mewacanakan kembali mengaktifkan Program Strategis Pembangunan Ekonomi dan Kelembagaan Kampung (Prospek) serta Gerakan Bangkit, Mandiri Sejahtera (Gerbangmas), usai pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 mendatang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Papua, Muhammad Musa’ad, saat memberikan keterangan pers kepada media. (Erwin / HPP)

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Papua, Muhammad Musa’ad, rencana tersebut sudah dibahas dengan kepala daerah dan telah mendapat persetujuan.

“Kalau dikatakan belum banyak kabupaten dan kota yang tahu jika dua program ini sementara dihentikan, sebenarnya sudah disampaikan dalam beberapa kesempatan. Namun, jangan khawatir sebab program ini kemungkinan besar dilanjutkan usai iven empat tahunan PON,” terang dia di Jayapura, pekan lalu.

Kendati demikian, sebelum rencana itu dilanjutkan, Pemprov Papua masih akan melakukan evaluasi terhadap kedua program itu. Dalam artian masih akan dilihat apakah selama ini berdampak positif bagi pembangunan dan masyarakat di kampung-kampung atau sebaliknya.

“Sehingga jika pun dilanjutkan maka formatnya akan diatur apakah berjalan dengan model lama atau dirubah. Nanti semua tergantung hasil evaluasi,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Papua,  Lukas Enembe memastikan penghapusan program Prospek dan Gerbangmas, untuk selanjutnya fokus pada penyelenggaraan PON XX 2020.

Penghapusan dua program kerja itu dikarenakan hasil evaluasinya yang selama dijalankan, dinilai tak berhasil. Dilain pihak, seluruh kampung di Papua telah mendapat alokasi dana desa dari pemerintah pusat.

Senada disampaikan Sekda Papua, Hery Dosinaen yang mengeluhkan penyaluran dana Prospek, yang sempat belum disalurkan oleh beberapa bupati. Padahal dana itu ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, khususnya yang berdomisili di kampung-kampung.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Papua pun pernah mendesak sejumlah pemerintah kabupaten agar segera menyalurkan dana rospek yang masih tertahan di kas daerahnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Papua Donatus menyebut penghapusan Prospek merupakan keputusan yang benar oleh gubernur sebab implementasinya banyak menemui kendala. (win)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here