JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membentuk kelompok usaha sagu dan buah pinang.

Kelompok usaha yang beranggotakan khsusus perempuan (mama-mama) 150 nasabah binaan produk PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) merupakan perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro yang berjualan di pasar mama mama Papua.

Kelompok usaha diresmikan Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., ditandai dengan pelaksanaan pelatihan pertama di pasar mama mama Papua, Distrik Jayapura Selatan, Kamis, (4/7/2019).

Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru mengatakan hal ini sangat bagus dimana ada 150 orang yang dilatih untuk mengelola sagu sebagai makanan resmi PON ke-XX tahun 2020 di Papua.

“Selain sagu yang di olah manjadi makanan resmi PON dan akan di nikmati peserta tetapi juga buah pinang yang di olah menjadi jus untuk diminum,” katanya.

“Saya pikir setelah menikmati Papeda dari bahan dasar sagu dan minum jus dari buah pinang ini sudah mendapat dua kenikmatan dari bahan lokal Papua dan menjadi contoh yang baik untuk kearifan lokal Papua,” ujarnya.

Dengan begitu sambung Wakil Wali kota dapat meningkatkan pendapatan masyarakat mama Papua. Untuk itu Ia pun menghimbau kepada pesera agar dapat mengikuti pelatihan dengan baik.

“Sehingga bisa tahu bagaimana cara membuat sagu menjadi Papeda dan jus dari buah pinang sehingga rasa dan campurannya betul-betul sesuai dengan yang kita inginkan agar supaya rasanya benar-benar khas,” katanya.

Dengan adanya pelatihan ini pihaknya berharap perlu dibina dan dikembangkan agar OPD dalam ruang lingkup Pemerintah Kota Jayapura bisa melakukan pemberdayaan ini.

“Kalau ini sudah menjadi makanan nasional untuk PON maka ini perlu dibuatkan suatu home industri untuk mama mama Papua,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Devisi PNM Mekaar wilayah Indonesia timur Dicky Fajrian, mengatakan selain meminjamkan modal pihaknya melakukan pelatihan kepada mama mama agar supaya mereka tahu apa yang akan dilakukan ketika menerima modal.

“Jadi yang kita memberi pinjaman ini kepada mama mama yang sudah mempunyai usaha maupun yang belum punya usaha,” kata Dicky.

Untuk menghindari nasabah setelah menerima modal langsung pergi maka pihakanya melakukan program pengembangan kapasitas usaha untuk meningkatkan kesejahteraan bagi mama mama Papua, “semua nasabah yang sudah kita modal kita juga memberi pelatihan guna meningkatkan kualitas usahanya,” ujarnya.

Ditambahkannya, ketika usaha nasabah sehari-harinmeningkat maka dikasih lagi pinjaman.

Pinjaman ini bukan setahun atau dua tahun akan tetapi berkesinambungan bisa sampai lima tahun. “Sampai nasabah tersebut sudah matang kita bisa memberi pinjaman KUR, karena PNM juga merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” katanya.

Lebih lanjut dijelaskannya, untuk pinjaman awal sendiri PNM memberikan dana dua sampai tiga juta rupiah. “Kriterianya wajib perempuan (mama-mama), memiliki usaha dan berkolompok tujuh sampai sepuluh orang, maksimalnya 20 orang,” katanya. (Gracio/lintaspapua.com)