JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Pemerintah Provinsi Papua mendesak Pemerintah Pusat segera menerbitkan Inpres Pekan Olahraga Nasional (PON), guna mempercepat pembangunan venue yang belum masuk kedalam produk perundang-undangan itu.

Sekda Papua, Hery Dosinaen,  di Jayapura, kemarin. (Erwin / HPP)

“Intinya kita sedang menunggu terbitnya Inpres itu dari kementerian dan lembaga terkait. Tentunya kita harap secepatnya,” terang Sekda Papua, Hery Dosinaen,  di Jayapura, kemarin.

Menurut ia, dalam Inpres PON yang baru, sejumlah venue tak hanya dibangun baru. Namun pada beberapa tempat, dilakukan renovasi. Kendati demikian, ada pula venue yang dibangun dari dana tambahan Otsus 2019.

“Intinya target kita semua venue sudah harus rampung pada tahun ini. Namun ada beberapa venue yang dibangun awal 2020, tapi sudah dipastikan bisa rampung sebelum iven empat tahunan itu digelar”.

“Maka dari itu, kita harap pusat segera terbitkan Inpres PON, supaya perhelatan agenda nasional ini bisa dilaksanakan tepat waktu,” tegasnya.

Sementara menyoal harga tiket tinggi jelang pelaksanaan PON, Sekda katakan, telah diinstruksikan oleh kepala daerah kepada dinas perhubungan, untuk melakukan konsolidasi ke tingkat kementerian dan lembaga terkait.

“Bahkan konsolidasi ini kami lakukan bersama mitra kerja (travel) untuk bagaimana harga tiket ini bisa turun. Hanya memang pihak maskapai ini punya aturan mainnya sendiri”.

“Tapi yang jelas kami tetap perjuangkan agar nanti harga tiket yang dijual saat perhelatan PON, tidak memberatkan masyarakat. Sebab kita ingin yang berkunjung ke Papua tak hanya atlet atau official, tetapi juga masyarakat dari luar Papua,” pungkasnya. (win)

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemprov Desak Pusat Segera Terbitkan Inpres PON

JAYAPURA (HPP) – Pemerintah Provinsi Papua mendesak Pemerintah Pusat segera menerbitkan Inpres Pekan Olahraga Nasional (PON), guna mempercepat pembangunan venue yang belum masuk kedalam produk perundang-undangan itu.

“Intinya kita sedang menunggu terbitnya Inpres itu dari kementerian dan lembaga terkait. Tentunya kita harap secepatnya,” terang Sekda Papua Hery Dosinaen di Jayapura, kemarin.

Menurut ia, dalam Inpres PON yang baru, sejumlah venue tak hanya dibangun baru. Namun pada beberapa tempat, dilakukan renovasi. Kendati demikian, ada pula venue yang dibangun dari dana tambahan Otsus 2019.

“Intinya target kita semua venue sudah harus rampung pada tahun ini. Namun ada beberapa venue yang dibangun awal 2020, tapi sudah dipastikan bisa rampung sebelum iven empat tahunan itu digelar”.

“Maka dari itu, kita harap pusat segera terbitkan Inpres PON, supaya perhelatan agenda nasional ini bisa dilaksanakan tepat waktu,” tegasnya.

Sementara menyoal harga tiket tinggi jelang pelaksanaan PON, Sekda katakan, telah diinstruksikan oleh kepala daerah kepada dinas perhubungan, untuk melakukan konsolidasi ke tingkat kementerian dan lembaga terkait.

“Bahkan konsolidasi ini kami lakukan bersama mitra kerja (travel) untuk bagaimana harga tiket ini bisa turun. Hanya memang pihak maskapai ini punya aturan mainnya sendiri”.

“Tapi yang jelas kami tetap perjuangkan agar nanti harga tiket yang dijual saat perhelatan PON, tidak memberatkan masyarakat. Sebab kita ingin yang berkunjung ke Papua tak hanya atlet atau official, tetapi juga masyarakat dari luar Papua,” pungkasnya.(win)