JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Petinju profesional asal Papua Geisler AP mengatakan siap mempertahankan gelar WBC asia pasifik melawan petinju berkebangsaan Pakistan Muhmmad Bilal.

Petinju profesional asal lembah Baliem, Geisler Ap akhirnya mengkanvaskan petinju asal Thailand, Thoedsak Sinam pada ronde kedua. (Foto Istimewa)

Pertarungan yang akan digelar di GOR Waringin kotaraja, Jayapura, Papua, 20 juli 2019 juga memperebutkan gelar WBA yang saat ini dipegang oleh Muhammad Bilal. Akan tetapi untuk mempersipkan event saat ini dari pihak tuan rumah masih terkendala dana.

Ketua Panpel tinju profesional Papua, boxing 2019, Thedy Pekey menjelaskan, saat ini kami sedang berupaya untuk mencari sponsor-sponsor yang bisa membentu kami dalam penyelenggaraan event ini.

Geisler Ap saat jalani latihan yang langsung dibina oleh Pelatih, Manu Awom. (Foto Istimewa)

Menurutnya, event ini tidak bisa kita lihat dengan sebelah mata tetapi ini adalah sebuah event yang sangat luar biasa apalagi dimana dalam pertandingan tinju ini ada salah satu orang Papua yang berbakat, memiliki potensi untuk bisa bermain (tinju) diatas ring.

“Saat ini terus terang kami belum mendapat sponsor yang bisa mensponsori kegiatan ini dan kami sementara ini sedang berupaya untuk mencari sponsor,” katanya saat memberikan keterangan pers di Jayapura, Selasa,(9/7/2019)

Kegiatan ini kata Thedy, membutuhkan dana yang sangat besar. Dana yang harus disiapkan sebesar Rp. 400 juta itu belum dengan akomodasi lainnya diluar itu seperti sewa ring, tempat, publikasi, makan dan minum selama kegiatan, juri yang harus dibayar dan juga kontrak tim, belum lagi kita datangkan presiden tinju asia, presiden WBA kemudian kami punya lawan sendiri dan pelatihnya.

“Ini membutuhkan dana yang besar untuk membiyayai hal ini. Namun sampai detik ini dan beberapa kali kami sudah mempublikasikan, lalu kita sudah menyurati beberapa pejabat kita di Papua tetapi belum ada respon yang positif buat kita. Ini salah satu kendala yang kita sedang hadapi,” ungkapnya.

Petinju Papua kelas Dunia, Geisler Ap, saat foto bersama keluarganya.

Dijelaskan, sampai detik ini baru mendapat dukungan dari beberapa pimpinan daerah sehingga kami bisa menyetor Rp. 185 juta atau 30 persen kepada penyelanggara kegiatan untuk administrasi.

“Sekarang sisa H-11 menuju event tapi dukungan penuh belum ada, kami baru mendapat dukungan 30 persen.
Kami baru kirim Rp.185 juta yang disponsori oleh Bupati kabupaten Jayapura, Wali kota jayapura, dan Kadis Kesehatan Papua. Sehingga harapan kita dalam satu minggu kedepan ini ada donatur yang bisa melihat membayar sisanya guna terselenggaranya pertarungan ini,” ujarnya.

“Kami punya waktu lima hari untuk membayar sisa Rp. 215 juta itu
kasihan kalau kita tidak memberikan sponsor maka turnamen ini akan menjadi sebuah boomerang buat kita orang Papua,” katanya.

Dirinya berharap Pemerintah pusat (Kementerian Pemuda dan Olahraga) harus membuka diri melihat ini.

Geisler Ap seorang petinju berbakat kelas dunia dari Papua. BUtuh perhatian dan dukungan pemerintah Provinsi Papua serta Pemerintah Indonesia. (ISTIMEWA).

Hal yang sama diakui sang petinju Geisler AP, dirinya mengatakan kami harus berjuang dengan melakukan penggalangan dana, karena perhatian yang sangat minim sekali.

Ia menjelaskan, bahwa dalam aturan WBC Asia Pasifik itu selama empat bulan sekali harus kita pertahankan gelar juara paling cepat tiga bulan. “Kalau kita tidak buat pertandingan dalam tiga atau empat bulan maka gelar ini akan dicopot itu sudah aturan, sangat disayangkan kalau sampai gelar ini dicopot karena anak Papua satu-satunya baru saya yang meraih gelar asia pasifik,” kata Geisler.

Ditambahkan pada pertarungan melawan Muhammad Bilal juga akan merebut gelar WBA sekalian bagi saya mempertahankan gelar WBC.

Dikatakan, pihaknya sudah menyelesaikan 30 persen ke badan tinju WBC dan WBA sebagai tanda jadi bahwa kami akan buat pertandingan dan ikat kontrak dengan petinju.

Selain itu, Geisler menuturkan yang menjadi kendala lagi ialah masih menunggu surat rekomendasi dari Kapolres (surat ijin keramaian). “Itu juga menentukan untuk pertandingan kami hanya harap itu saja” katanya.

Untuknya melalui kesempatan ini ia meminta agar  surat yang di ajukan bisa di ACC, “Kalau bisa bapak kapolres bisa pertimbangkan kembali surat yang kami ajukan,  karena waktu sudah tidak lama lagi dan dari Polri sudah menunggu surat itu.  Karena surat itu juga menentukan untuk membuat visa lawan, pelatihnya dari badan tinju WBC dan WBA,” harapnya.

Untuk persiapan menghadapi Muhamad Bilal, Geisler mengaku, sangat siap. “Walaupun kami dihadapi banyak tantangan tapi saya pribadi sudah siap karena saya berjuang untuk Papua dan indonesia khususnya bukan nama pribadi dan keluarga,”tandasya.
(Gracio/lintaspapua.com)