Mettu Dwaramuri Merupakan Salah Satu Roh Bagi Kekuatan Persipura

0
590
Mantan Pelath Persipura, Wanderley Machado da Silva Junior, saat bersalam dengan Mantan Asisten Pelatih Mettu Dwaramuri di Pantai Hamadi Ketiak masih berada bersama Persipura. (Geis)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Dua musim terakhir sudah nama Mettu Dwaramuri tidak ada dalam jajaran pelatih tim Persipura Jayapura. Mettu sendiri bisa dibilang merupakan salah satu Roh bagi tim Persipura, karena bisa merangkul setiap pemain dan tahu soal karakter pemain serta selalu bekerja dengan hati buat Persipura.

Musim 2017 terakhir bagi dirinya menjadi asisten buat Pelatih Wanderley Junior disaat manajemen melakukan beberapa kali pencoretan pelatih kepala, sebut saja Angel Alfredo Vera, Jafri Sastra hingga Liestiadi.

Alasan mendasar dirinya sudah tidak lagi menjadi asisten pelatih lantaran Manajemen persoalkan masalah Licensi AFC baik A,B maupun C. Mettu sendiri hanya punya Licensi B Nasional PSSI kalah mendampingi tim Persipura dengan kurun waktu yang cukup lama sejak menjadi asisten pelatih buat Apdon Rumabar kalah mengangkat Persipura kembali dari Zona degradasi hingga merebut 4 Bintang Jenderal dan terakhir 2017. Termasuk memboyong Piala TSC bersama Angel Alfredo Vera 2016 lalu.

Dirinya telah menyelesaikan Licensi C AFC bersama dengan mantan pemain Persipura lainnya seperti Ridwan Bauw, Ortizan Solossa dan lainnya 2018 Tahun lalu.

Banyak sudah gelar bersama Mettu Dwaramuri ketika masih menjadi pemain Persipura hingga menjadi asisten pelatih. Kini dirinya telah menjabat sebagai Pelatih Tim Sepakbola Pra-PON Papua Barat.

“Pak Mettu merupakan Roh tim Persipura, kasih tidak dipakai. Pasti di momen itu dan sekarang, dia bisa angkat motivasi anak-anak. Harus pemain mereka senang hati. Dan ingat apa yang lakukan di sepuluh tahun terakhir, Persipura tim paling sukses di Indonesia,” ujar mantan pelatih Persipura Wanderley Junior kepada BP Com, melalui pesan whatsappnya Kamis, (11/07/2019).

Wanderley mengaku sangat ingat betul pada musim 2017, saya ingat sebelum saya masuk, tim punya momen sulit dengan Coach Liestiadi setelah Liestiadi keluar Coach saudara Pak Mettu tangani tim lawan Persela away dan Persipura menang 1-0 lewat kaki Addiso Alves. “Saya masuk kami pertahankan 13 pertandingan tanpa kalah,” cetusnya.

Kami kerja seperti keluarga,saya hormat besar coach pak Metu,saya harap dia Sukses dengan tim Pra-PON Papua Barat,karena disana punya pemain dengan bakat tinggi. Kami doa untuk Persipura kembali menang dan naik ke posisi teratas di klasemen.

“Saya sama keluarga saya senang dengan kesempatan yang Tuhan Jesus buka untuk saya latih tim Persipura.” Bilangnya.

Boaz jadi pemain terbaik dengan asistensi bola untuk teman bisa bikin gol, Manu Wanggai main dan tidak pernah terima kartu kuning, Friska Womsiwor bikin hatrick, Osvaldo Haay dan Marinus pergi ke Timnas.

Di pertandingan pertama saya lawan Mitra Kukar 11 Gol lawan Mitra Kukar,  6-0 home dan 5-0 away. Tim yang berhasil menang atas Persija lebih dari 2 Gol,kita menang 3-0 ,hatrick Boaz. Menang atas Arema tanpa Boas di Kanjuruhan 2-0. Menang home 3-1 atas Arema dengan 3 Gol didalam 7 menit terakhir. (GM)