Cegah Travel Nakal, Pemerintah Siap Jalankan Layanan Umrah Online

0
70

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  –  Dengan makin tingginya jumlah umat muslim di Indonesia yang ingin beribadah umrah ke Tanah Suci, tentu diperlukan perlindungan tersendiri terkait kepastian dan keamanan keberangkatan. Itulah sebabnya pemerintah tengah mempersiapkan layanan berbasis online yang memungkinkan ibadah luhur ini terwujud tanpa masalah.

Hal ini seperti ditegaskan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim ketika memimpin rapat dengan jajaran Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) dalam rangka membahas Paparan Aplikasi Umrah Online di ruang kerjanya, Senin (8/7/2019).

“Aplikasi ini sudah bisa dilaksanakan setelah musim haji tahun 2010. Ini kemajuan dan prestasi yang luar biasa jika diselesaikan dengan baik,” ujarnya seperti dilansir di situs resmi Kemenag.

Dalam rapat tersebut, Lukman berharap aplikasi ini dapat memantau Penyelenggaraan Perjalan Ibadah Umrah (PPIU) yang berniat “nakal” kepada jemaah umrah. Dengan aplikasi ini, nantinya jemaah sudah bisa membuka dan mengetahui waktu keberangkatan dan kepulangannya.

Agar tidak adanya kasus travel umrah atua PPIU yang menahan dana jemaah, Kementerian Agama (Kemenag) akan membuat aturan yang membuat PPIU hanya boleh mencairkan dana jemaah umrah jika sudah ada kejelasan keberangkatan, katering, hotel jemaah, dan sebagainya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Ditjen PHU Hatim menyampaikan bahwa aplikasi umrah online sudah dipersiapkan dengan baik. Bahkan saat ini sudah dilakukan uji coba kepada sebanyak 14 PPIU.

“Dengan adanya aplikasi ini, jemaah yang ingin mendaftar umrah bisa leluasa memilih PPIU yang diinginkan, sampai kepada paket layanannya,” tegasnya.

Rentan Penipuan

Apa yang akan dijalankan pemerintah melalui aplikasi online ini tentu akan melegakan siapa saja yang berencana melakukan ibadah umrah. Pasalnya, saat ini sedang marak kasus travel umrah atau PPIU yang melakukan penipuan.

Sebut saja yang paling menghebohkan, yakni First Travel. Di balik kehidupan mewah yang biasa dipamerkan di media sosial oleh pemiliknya, yakni Andika Surachman dan istrinya Annisa Hasibuan, ternyata berasal dari dana haji jemaah umrah yang menggunakan jasa layanannya.

Akibat penggunaan dana jemaah yang dihamburkan untuk gaya hidup jetset pasangan tersebut, setidaknya membuat sekitar 63 ribu orang tidak dapat berangkat umrah dengan total kerugian mencapai Rp 905,3 miliar.

Tidak kalah fantastis, Abu Tour juga telah berhasil menipu sebanyak 86 ribuan calon jemaah haji yang menggunakan layanannya, dengan nilai kerugian mencapai Rp 1,8 triliun. Seperti halnya modus First Travel, pemilik travel ini menggunakan dana para korban untuk hal-hal lain di luar peruntukan ibadah.

Nah, dengan adanya inovasi berbasis online untuk calon jemaah umrah, tentunya kita berharap kasus-kasus penipuan bermodus travel umrah tidak akan terulang lagi. Dengan begitu, jemaah bisa dengan tenang menguatkan niatnya untuk berangkat ke Tanah Suci Mekah.

(https://jokowidodo.app/post/detail/cegah-travel-nakal-pemerintah-siap-jalankan-layanan-umrah-online )