Tangkap Ikan Secara Tradisional Perlu Jadi Penelitian Perguruan Tinggi di Papua

0
277
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua,  FX. Mote, mengatakan, bahwa pengkajian di bidang perikanan diyakini mampu meningkatkan hasil tangkapan serta mencegah kerusakan lingkungan akibat penangakapan secara ilegal. (Erwin / HPP)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua mengajak pihak perguruan tinggi di bumi cenderawasih, untuk membahas, mengkaji bahkan meneliti proses penangkapan ikan secara tradisional yang dilakukan pada sejumlah wilayah pesisir.

Ratusan masyarakat Kabupaten Biak Numfor dari berbagai tempat antusias mengikuti Snap Mor. Hal ini terlihat sejak pagi hari Kampung Sansundi telahcdi padati masyarakat untuk mengikuti Snap mor. Mereka berdatangan dengan membawa berbagai macam perlengkapan untuk menangkap ikan seperti Kalawai, jubi dan juga alat tangkap ikan yang lainnya. (Viona )

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua,  FX. Mote, mengatakan, bahwa pengkajian di bidang perikanan diyakini mampu meningkatkan hasil tangkapan serta mencegah kerusakan lingkungan akibat penangakapan secara ilegal.

Sebanyak 7 ton ikan disiapkan pada pesona kuliner Biak yang merupakan salah satu agenda dalam Festival Biak Munara Wampasi ke VII Tahun 2019. Terdapat berbagai makanan lokal yang dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat disepanjang jalan Imam Bonjol Biak. (Viona)

“Contohnya kearifan lokal atau penangakapan ikan di yakni Kabupaten Biak, dimana mereka ada yang menangkap ikan secaracara tradisional tanpa merusak lingkungan”.

“Caranya mereka akan membendung air laut dengan memakai batu-batu saat air surut. Lalu ketika air pasang, maka akan ada sejumlah ikan yang terperangkap. Cara ini dilakukan turun-temurun sejak nenek moyang dahulu sampai sekarang. Sehingga saya rasa hal ini perlu ada penelitian untuk hal baik kedepan,” kata dia di Jayapura, dalam satu kesempatan, pekan lalu.

Selain itu, dia berharap pihak perguruan tinggi di Papua yang memiliki jurusan antropologi (kelautan dan perikanan) agar ikut meneliti bagaimana kehidupan masyarakat di pesisir dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan makan ikan.

Sebab laut Papua merupakan mata pencaharian utama masyarakat pesisir, dimana hasil buminya telah banyak disuplai untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat yang berdomisili di wilayah pegunungan Papua.

Festival ini dilakukan juga untuk mendukung program nasional dari Kementrian kelautan yakni Program gemar makan ikan untuk mencegah penyakit stunting dan dianjurkan makan ikan. Tampak suasana dalam Festival Biak Munara Wampasi 2019 di Biak Numfor. (Viona)

Pada kesempatan itu, Mote mengapresiasi rencana Universitas Rhode Of Island Amerika Serikat (AS) yang bakal membuka fakultas perikanan dan ilmu kelautan di bumi cenderawasih. Dimana kerja sama pembukaan fakultas perikanan ini, akan menggandeng pihak Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura.

Dia berharap dalam kerja sama itu, dapat meneliti proses penangkapan ikan secara tradisional yang dilakukan pada beberapa daerah pesisir, guna mempertahankan serta melestarikan kearifan lokal di bumi cenderawasih.  (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here