Mantan Ketua Umum PP GMKI, Mamberob Rumakiek, ikut hadir dan memberikan sambutan sebagai motivasi dalam pelaksanaan Muskom Ottow Geissler beberapa waktu lalu. Kini sebagai Anggota DPD RI. (Eveerth/LintasPapua.com)

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  – Pengamat Kebijakan Publik Yudhi Simorangkir menyampaikan ketimbang mengakomodir calon menteri dari lawan politiknya, Presiden dan Wakil Presiden terpilih lebih baik mengutamakan masuknya unsur kalangan zaken (ahli) ke dalam struktur kabinetnya. Pernyataan ini disampaikan Yudhi di Tebet, Jakarta pada hari Minggu (7/7/2019).

Yudhi mengatakan, selain harus profesional dan mendukung agenda Presiden, kriteria selanjutnya adalah mewakili generasi muda dan komitmen dengan keberagaman tegas Yudhi yang juga mahasiswa program magister Studi pembangunan UKSW Salatiga ini.

Terkait menteri dari kelompok milenial, aktivis yang juga merupakan Sekjend Pemuda Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) ini mengatakan bahwa calon menteri dari kalangan milenial tidak cukup hanya dilihat dari segi intelektualitas, kekuatan ekonomi/bisnis, ataupun darah biru politik.

“Jokowi sebelumnya mengatakan bahwa kriteria menteri adalah memiliki kemampuan manajerial yang baik, memiliki integritas dan mampu mengeksekusi. Jadi belum tentu anak dari tokoh elit politik ataupun pengusaha serta merta cocok menjadi menteri. Justru yang memiliki pengalaman manajerial dalam organisasi, serta yang paling utama, selama ini calon menteri tersebut komitmen terhadap Pancasila dan keberagaman,” ujarnya.

Yudhi kemudian memaparkan nama-nama calon menteri dari segmen milenial.

“Sejumlah generasi muda yang layak dipertimbangkan menjadi calon menteri milenial antara lain mantan Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma’ruf, mantan Ketua Umum PB HMI Arief Rosyid Hasan, yang juga Plt Sekjen DMI, mantan Ketua Umum PP PMKRI yang saat ini baru terpilih menjadi anggota DPD RI, Angelius Wake Kako,”

“Selain itu mantan Ketua Umum PP GMKI Mamberob Rumakiek yang saat ini aktif sebagai anggota DPD RI, mantan Ketum GMNI Twedi Noviadi Ginting, Ketua Umum DPP AMPI Dito Ariotedjo, dan mantan Ketua Umum DPP IMM, Beni Pramula,” paparnya.

Menurut Yudhi, nama-nama yang dia usulkan ini sudah berpengalaman memimpin organisasi yang beranggotakan ratusan ribu anggota dan memiliki kemampuan manajerial.

“Mereka memiliki kemampuan manajerial dan sudah terbiasa mengeksekusi program. Dan yang paling utama, mereka masih memiliki idealisme dan selama ini berjuang menghadapi bahaya radikalisme serta berupaya menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda,” jelasnya.

“Secara khusus Angelius Wake Kako dan Mamberob Rumakiek adalah representasi generasi muda dari Indonesia Timur. Angelius berasal dari NTT dan Mamberob dari Papua Barat. Mereka adalah putra asli NTT dan Papua yang pada Pemilu lalu Jokowi menang telak disana. Saat ini mereka menjadi inspirasi bagi generasi milenial dari Indonesia Timur dan sangat layak membantu Presiden untuk membangun pemerintahan yang inklusif, toleran, majemuk, dan pro terhadap daerah tertinggal seperti Papua dan NTT,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here