Jokowi Ajak  Para Guru Manfaatkan Teknologi : Dunia Virtual Adalah Kampus Kita

0
102
Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Kongres XXII Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) - Kongres Guru Indonesia Tahun 2019. Perhelatan akbar profesi pengajar ini dihelat di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 5 Juli 2019. (Foto : Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden )

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  – Sebagai pemimpin yang memiliki melek teknologi, Jokowi tidak ada bosan-bosannya mengingatkan mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Kali ini yang menjadi sorotan adalah mengenai metode pengajaran berbasis digital.

Presiden Joko Widodo dalam suasana Kongres XXII Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) – Kongres Guru Indonesia Tahun 2019 di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 5 Juli 2019. (Foto : Rusman – Biro Pers Sekretariat Presiden )

Ketika memberikan sambutan Pembukaan Kongres ke-22 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (5/7/2019) kemarin, Jokowi mengingatkan para guru untuk memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari metode pengajaran.

Menurutnya, saat ini ruang kelas bukan satu-satunya tempat belajar. “Dunia virtual adalah kampus kita, saya belajar dari sana. Google adalah perpustakaan kita, Wikipedia adalah ensiklopedia kita, Kindle buku elektronik adalah buku pelajaran kita, dan masih banyak lagi media digital lainnya,” kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan, sebagai orang tua dirinya sering kaget dengan kemampuan anak-anak yang bisa belajar secara mandiri. Teknologi dianggapnya sebagai penyebab itu semua.

“Oleh sebab itu, peran guru harus lebih dari mengajar, tapi juga mengelola belajar siswa, mengarahkan belajar siswa, karena mereka bisa belajar di mana-mana. Kalau tidak ada yang mengarahkan, bahaya sekali, karena sekarang buka apa saja di dalam gadget ada semuanya,” tegas Jokowi.

Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Kongres XXII Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) – Kongres Guru Indonesia Tahun 2019. Perhelatan akbar profesi pengajar ini dihelat di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 5 Juli 2019. (Foto : Rusman – Biro Pers Sekretariat Presiden )

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga mendorong agar guru lebih kreatif, menarik, dan menyenangkan siswanya. Hal ini tak lepas dari perubahan teknologi yang menjadi perubahan zaman.

Meskipun begitu, dia menegaskan bahwa peranan guru tidak bisa digantikan kecanggihan teknologi apapun. Sekalipun segala sesuatunya bisa online, dia percaya bahwa guru adalah profesi mulia yang membentuk karakter anak bangsa dan budi pekerti yang luhur dengan toleransi dan nilai-nilai kebaikan.

“Sosok guru lah yang menumbuhkan empati sosial, membangun imajinasi, membangun kreativitas, serta mengokohkan semangat persatuan dan kesatuan,” imbuhnya.

Tuntutan Era Industi 4.0

Desakan Jokowi mengenai pemanfataan teknologi dalam mendukung proses belajar mengajar tentu bukan tanpa alasan. Jika guru melek teknologi, tentu akan mudah memperkenalkan siswanya mengenai pemanfaatannya.

Itulah sebabnya, selain kesejahteraan guru, Jokowi juga fokus pada tingkat kompetensi guru. Menurutnya, peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur merupakan kunci untuk bersaing dengan negara lain.

Jauh-jauh hari, Jokowi juga pernah berpesan agar guru mengenalkan revolusi industri 4.0 kepada peserta didik. Menurut mantan Wali Kota Solo ini, pelajar harus didorong untuk mempelajari digitalisasi, artificial intelligence, internet of things, advance robotic, dan virtual reality.

Mengenai hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendy mengaku tertantang dengan desakan Jokowi tersebut kepada instansinya. Dia juga berpendapat bahwa saat ini SDM di Indonesia harus berkembang sesuai tuntutan era industri 4.0.

Seperti dikutip Jokowi App dari situs resmi Kemendikbud, Mendikbud mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah guru kejuruan produktif. Guru-guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akan diperkuat dengan program keahlian ganda untuk mendorong revitalisasi secara keseluruhan agar dapat menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi di dunia kerja.

“Kita akan melakukan upgrading, artinya guru-guru produktif akan diperbanyak untuk mendukung sekolah. Memang kalau dihitung secara kebutuhan, guru produktif masih kurang banyak. Target guru berkeahlian ganda 2019 harus mencapai 40 ribu guru,” tegasnya.

Adapun program keahlian ganda yang diberikan bagi guru-guru SMK memiliki kategori normatif dan adaptif. Sebanyak 51 sasaran keahlian pendidikan dan pelatihan keahlian ganda dikelompokkan ke dalam enam bidang, di antaranya kelautan, agrobisnis, dan agroteknik, seni rupa dan kriya, pariwisata, teknologi dan rekayasa, serta teknologi informasi dan komunikasi. (CHA) (https://jokowidodo.app/post/detail/jokowi-dunia-virtual-adalah-kampus-kita )