JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pengelola stadion mandala Jayapura mendorong agar sejumlah fasilitas stadion yang sudah di anggap tidak layak agar segera di lakukan renovasi menjelang perhelatan Pekan Olahraga Nasional ( PON) XX di Papua.

Anggota Komisi V DPR Papua saat berbincang-bincang dengan pihak pengelola Stadion Mandala Jayapura. (Gracio / lintaspapua.com)

Adapun beberapa usulan yang sudah di sampaikan pihak pengelolah kepada Dinas Pekerjaan Umum yakni rumput stadion, lintasan lari, arena lompat jangkit dan lompat jauh serta kursi viber di tribun penonton.

“Ini beberapa yang telah kami usulkan, dan belum ada tindak lanjut, dan kami harap hal ini segerah di tindak lanjuti oleh dinas yeng terkait,” kata Akmar kepada Komisi V DPR Papua saat melakukan sidak ke Stadion Mandala, Kamis (4/7/2019).

Akmar mengatakan pihaknya telah memberikan catatan kepada Dinas PUPR apa saja yang akan dipersiapkan di Stadion Mandala untuk PON.

” Misalnya lintasan lari, rumput stadion yang kalau hujan air sudah tergenang. Inikan mestinya khusus untuk bola, tapi karena lapangan di Papua terbatas sehingga semua cabor pakai. Tidak bisa kita batasi, kasian cabor lainnya,” kata Akmar.

Lanjut kata Amar, untuk lintasan lari sebaiknya menggunakan karet seperti di stadion utama. Kemudian areba lompat jauh dan lompat jangkit. Aturannya sebelah barat, namun karena lapangan dibatasi gunung dan laut sehingga bisa di sebelah selatan.

“Kemudian bak air untuk lari jarak jauh. Itu venue-venue yang standar untuk PON. Kursi penonton juga itu sudah sembilan tahun. Batas umur kursi kalau terkena panas terus maksimal hanya 5 tahun,” ujarnya.

Untuk kursi penonton mestinya kata Amar, semua tribun menggunakan kursi viber karena kini tribun utara dan selatan tidak menggunakan kursi viber.

“Lampu juga mesti 1500, sekarang ini baru 900 lebih. Kalau AFC minimal 1200. Untuk PON tribun Liverpool dan ruang ganti, wasit, pengurus, pemain dan ruang sound ada di bawahnya. Mesti ditambah dayanya. Selama inikan kita back up dengan genset,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol mengatakan saat renovasi nanti pihaknya akan melakukan pengawasan ketat. Jangan sampai renovasi yang dilakukan dinas terkait tidak sesuai standar yang diharuskan.

“Dinas PU mesti diawasi. Jangan sampai ini mereka jadikan proyek sesuai kemauan mereka, karena ini ada stadarnya,” tegas Natan.

Lapangan Mandala (Geis Muguri)

Sementara Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Maria Duwitau mengatakan hingga kini pengerjaan renovasi Stadion Mandala belum dilakukan karena belum lelang.

“Lelang belum sampai sekarang. Ini memang sepertinya menjadi kendalanya. Nanti bapak usulkan saja yang dibutuhkan ke Dinas PU. Nanti yang sahkan anggaran atau tidak adalah DPR Papua,” Jelas Maria. (Gracio/Lintaspapua.com)