Nilai Tukar Petani di Papua Mengalami Penurunan 0,10 Persen

0
84
Kepala BPS Papua Simon Sapary mengatakan, bahwa penurunan terjadi karena perubahan indeks harga diterima petani () lebih kecil dari indeks harga dibayar petani. (Erwin / HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mengumumkan Nilai Tukar Petani (NTP) bumi cenderawasih pada Juni 2019, mengalami penurunan 0,10 persen dengan indeks NTP sebesar 91,82.

Kepala BPS Papua Simon Sapary mengatakan, bahwa penurunan terjadi karena perubahan indeks harga diterima petani () lebih kecil dari indeks harga dibayar petani.

“Penurunan NTP Papua ini juga sama halnya yang terjadi secara nasional, yakni sebesar 102,33 atau mengalami penurunan 0,28 persen,” terang Simon kepada wartawan, kemarin.

NTP Provinsi Papua bulan Juni 2019 menurut subsektor, tercatat untuk Tanaman Pangan 85,21; Holtikultura 83,55; Tanaman Perkebunan Rakyat 97,58; Peternakan 106,07 dan Perikanan 101,44. Sementara, NTP subsektor Perikanan dirinci menjadi NTP Perikanan Tangkap 108,83 dan NTP Perikanan Budidaya 81,21.

Dari 33 provinsi, sambung dia, 13 provinsi mengalami peningkatan NTP sementara 20 provinsi lainnya mengalami penurunan NTP dimana Nusa Tenggara Barat tercatat mengalami kenaikan NTP tertinggi yaitu 1,43 persen sedangkan Riau tercatat mengalami penurunan NTP terbesar yaitu sebesar -3,12 persen.

Sementara untuk inflasi Pedesaan Papua Juni 2019, tambah Simon, tercatat mengalami inflasi 0,36 persen.

“Dari 33 provinsi tercatat 30 provinsi mengalami inflasi perdesaan, tiga provinsi mengalami deflasi perdesaan. Inflasi pedesaan tertinggi terjadi di Sumatera Barat yaitu sebesar 1,81 persen dan deflasi perdesaan terbesar terjadi di Bali yaitu turun sebesar -0,28 persen,” tuntasnya.

Diketahui pula, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) di Papua Juni 2019 tercatat naik sebesar 0,04 persen. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)