Kepolisian Daerah Papua menggelar Refleksi Semester 1 Tahun 2019 bersama  Kapolda Papua dan sejumlah insan pers di Kota Jayapura, di Aula Rastra Samara,  Selasa (2/7/2019). (Fransisca / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kepolisian Daerah Papua menggelar Refleksi Semester 1 Tahun 2019 bersama  Kapolda Papua dan sejumlah insan pers di Kota Jayapura, di Aula Rastra Samara,  Selasa (2/7/2019).

Dihadiri Kapolda Papua,  Irjen Pol Drs. Rudolf A. Rodja, hadir pula Wakapolda Papua,  Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki, pejabat utama Polda Papua, Kepala RRI, Perwakilan Cepos, Insan Pers Jayapura.

Refleksi ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja kepada publik, Kepolisian Daerah Papua menggelar penyampaian catatan Semester I Tahun 2019, terkait dengan capaian kinerja dan Prediksi serta Antisipasi Perkembangan Kamtibmas Semester II Tahun 2019.

Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Rudolf A. Rodja mengatakan, semua kegiatan POLDA PAPUA focus memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Seluruh dedikasi kami merupakan perwujudan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat untuk terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif yakni masyarakat merasa aman dan nyaman kapan dan dimana saja berada,” katanya

KAPOLDA PAPUA mengingatkan kembali Fungsi wartawan, serta kepolisian membututuhkan masukan dari masyarakat.

“Fungsi wartawan melakukan chek dan balance dalam pemberitaan Ikut melindungi dan menjaga masyarakat, kepolisian membututuhkan masukan dari wartawan, juga dari masyarakat,” tuturnya.

Disela sela tugasnya POLDA PAPUA membutuhkan kerjasama dengan banyak pihak hal ini di sampaikan oleh KAPOLDA PAPUA.

“Banyak permasalahan yang ada di Papua, salah satunya minuman keras,kecelakaan di penuhi oleh minum minuman keras, dari hal sepele, maka dari itu POLDA Papua tidak bekerja sendiri, bekerjasama dengan semua pihak, bahu membahu dengan banyak pihak,”ucapnya.

Salah satu dari sekian banyak hasil kerja (Kinerja) POLDA PAPUA,Ada beberapa kasus konvensional menonjol yaitu pencurian kendaraan bermotor selama semester I Tahun 2019 terjadi sebanyak 716 kasus jika dibandingkan dengan semester I Tahun 2018 sebanyak 1049 kasus berarti tahun 2019 terjadi penurunan sebanyak -333 atau -32%. Sementara untuk penyelesaian kasus Semester I Tahun 2019 sebanyak 95 kasus, dibandingkan dengan Semester I Tahun 2018 (527 kasus) mengalami penurunan sebanyak -432 kasus atau -82%.

Kasus penganiayaan Selama Semester I Tahun 2019 terjadi sebanyak 488 kasus jika dibandingkan dengan Semester I Tahun 2018 sebanyak 551 kasus berarti Semester I Tahun 2019 terjadi penurunan sebanyak -63 kasus atau -11,43%.

Sementara untuk penyelesaian kasus Semester I Tahun 2019 sebanyak 10 kasus, dibandingkan dengan Semester I Tahun 2018 sebanyak 113 kasus mengalami penurunan sebanyak -103 kasus atau -91%. (Fransisca/lintaspapua.com).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here