Inilah Keterangan PLN Papua atas Penyebab Pemadaman Listrik di Jayapura

0
8897
Juru Bicara PT PLN persero wilaya Papua dan Papua Barat Septian Dwi Pujiyanto (kanan) didampingi Kacab PT PLN UP3 Jayapura, Salmon Kareth (kiri)(Gracio / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Holtekam mengalami gangguan sehingga terjadi devisit sistem di Jayapura dan sekitarnya sebesar 8 sampai 19 MW dan berpengaruh pada sistem kelistrikan di wilayah tersebut.

Menurut juru bicara PT Perusahaan Listrik Negara Wilayah Papua dan Papua barat (PT PLN WP2B), Septian Dwi Pujiyanto, menjelaskan selain PLTMG Holtekam yang mengalami gangguan ada juga Pembangkit Listrik tenaga Air (PLTA) Orya Genyem mengalami masalah sehingga debit air yang masuk hanya sedikit.

“Saat ini kami mengalami defisit daya kurang lebih 8-19 MW yang disebabkan karena adanya gangguan PLTMG Holtekam dan PLTA Orya Genyem sehingga terjadinya pemadaman bergilir di Jayapura dan sekitarnya,” kata Septian di Jayapura, (2/7/19).

“Diharapkan pemadaman bergilir tidak lama akan tetapi ditargetkan satu minggu. Kami akan terus berupaya secepatnya bisa terselesaikan,” tambah Septian.

Saat ini sambung Septian, pihak PLN telah mendatangkan ahli dari Jakarta untuk bersama tim guna mengecek dan selanjutnya akan diperbaiki kerusakan yang terjadi baik dari saluran sistem suplai bahan bakar maupun tengki bahan bakarnya.

“Kami usahakan perbaikan ini lebih cepat karena kita tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskan tanpa beroperasinya PLTMG dengan beban puncak sebesar 77 MW dengan daya mampu 6,1 MW maka penyuplaian listrik dari PLTD Waena, PLTD sentani, PLTU serta satu mesin dari PLTA Orya Genyem.

“Untuk yang tidak beroperasi ada dua mesin dari total 6 mesin, sehingga dengan 4 mesain yang beroperasi diharapkan bisa mengurangi beban puncak. Beban puncak itu berlaku dari pukul 18.00 WIT sampai dengan 22.00 Lebih tepatnya semalam 21.48 WIT kita sudah tidak ada pemadaman,” ungkapnya.

Semetara itu, Kepala Cabang PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jayapura, Salmon Kareth mengatakan, Pemadaman ini disebabkan oleh adanya gangguan yang berkisar 19-20 MW yang keluar. “Sehingga kami harus melaksanakan jadwal untuk melakukan pemadaman bergilir, ini di atur sebaik mungkin agar supaya dilapangan itu jangan sampai terjadi pemadaman secara meluas,” katanya.

Ditambahkan, saat ini pihaknya tengah mengatur sehingga pemadaman di wilayah Jayapura, Abepura maupun Sentani mempunyai bagian yang sama. “Kalau saat rencananya kita melakukan pemadaman sampai tiga jam setelah itu di roling ke tempat lain,” ungkap Salmon.

Intinya kata Salmon, pihak PT PLN tidak menghendaki untuk kejadian ini bisa terjadi akam tetapi memang ini gangguan secara teknis. “Kita tidak bisa saling menyalahkan dari masing-masing pihak. Intinya petugas kita sedang mengecek dan melakukan perbaikan,” ujarnya.

“Mudah-mudahan kendala ini cepat diketahui dan cepat diatasi supaya kita bisa pulihkan sistem normal seperti semula,” katanya menambahkan. (Gracio/lintaspapua.com)