PESTA DEMOKRASI SUDAH USAI !!!

0
225

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  –  Keputusan Mahkamah Konstitusi telah mengakhiri sengketa hasil pemilu. Dan, keputusan tersebut sekaligus mengesahkan kemenangan pasangan capres-cawapres 01, Jokowi-Amin, atas pasanga capres-cawapres 02, Prabowo-Uno.

Ibarat sebuah pesta, semua sudah usai. Semua makanan dan minuman, habis sudah dinikmati. Yang tertinggal adalah piring-piring dan gelas-gelas, sendok, garpu, pisau kotor yang harus segera dicuci dan disimpan untuk digunakan lagi di pesta lima tahun mendatang. Meja dan kursi harus pula segera dirapikan.

Layar diturunkan. Panggung hiburan juga dirapikan lagi. Alat-alat musik disimpan. Para penari dan penyanyi, istirahat untuk menyiapkan diri manakala harus manggung lagi, lima tahun mendatang.

Pesta, memang tlah usai. Tetapi, agenda kehidupan berbangsa dan bernegara tidak hanya berhenti di pesta demokrasi: memilih presiden, wakil presiden, dan para anggota legislatif. Masih ada banyak agenda kebangsaan yang harus dituntaskan; masoh banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan dan dirampungkan.

Untuk mengerjakan dan merampungkan agenda besar kebangsaan itu dibutuhkan kerja sama semua pihak, dibutuhkan kerja keras bersama. Sebab, Indonesia adalah milik kita bersama. Indonesia adalah rumah kita bersama.

Oleh karena itu, yang pertama-tama adalah para elite politik perlu segera memiliki sifat, karakter, watak, perilaku, pemikiran, dan tindakan negarawan memikirkan masa depan bangsa, menomorsatukan kepentingan bangsa dan negara. Itu berarti, mereka harus segera meninggalkan, melepas jubah politisi yang hanya mengutamakan kepentingan diri, kelompok, golongan, dan partainya sendiri.

Para elite politik harus mampu semakin dewasa dalam berpolitik, tidak menggoreng-nggoreng berbagai masalah untuk kepentingan diri. Mereka harus memberikan contoh kepada masyarakat banyak untuk bisa berpolitik secara dewasa. Meskipun sebetulnya, masyarakat lebih dewasa dalam berpolitik ketimbang para elitenya

Yang tidak kalah penting adalah para elite politik harus memberikan contoh dalam kematangan dan kedewasaan berdemokrasi. Dalam sebuah kontestasi adalah jamak ada yang kalah dan ada yang menang. Karena itu, semua kontestan harus mampu dengan legowo, ikhlas menerima kekalahan, bila kalah, dan mengakui kemenangan pihak lawan.

Sebaliknya, yang menang pun tidak perlu bersikap berlebihan dalam merayakan kemenangan. Dan, perlu merangkul semua bihak sebagai satu bangsa untuk bersama-sama membangun negara dan bangsa; mengerjakan pekerjaan besar yang belum tuntas dikerjakan.

Ini berarti rekonsiliasi nasional, persatuan nasional menjadi yang pertama dan utama yang harus dilakukan sebelum mewujudkan visi dan misi besar bangsa ini. Tanpa persatuan nasional, niscaya mimpi kita bersama untuk menjadi bangsa besar tidak akan terwujud.

Singkirkan semua perbedaan yang beberapa bulan terakhir selama hajatan pemilu, terasa begitu tajam dan dalam. Hapus permusuhan dan kebencian, karena kita satu keluarga besar. Bangun lagi rasa saling percaya, yang sempat ambruk karena hoaks, saling hujat fitnah, penyebaran ujaran kebencian, dan merasa benar sendiri.

Mari angkat dan usung bersama-sama beban bangsa. Mari kita kerjakan bersama pekerjaan rumah yang masih banyak: rekonsiliasi nasional, memperkuat toleransi, menyiapkan SDM yang handal dam berkualitas, membangun perekonomian yang kuat, memantapkan bangunan politik bangsa, dan juga mempererat jaringan sosial

Mari bergandeng tangan, melangkah bersama pun dengan ayunan kaki yang sama menuju masa depan yang lebih gemilang di bawah pimpinan Presiden Jokowi. (https://jokowidodo.app/post/detail/pesta-sudah-usai )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here