Ganti Nama Stadion Papua Bangkit Menjadi Stadion Lukas Enembe : DPR Papua Akui Sebagai Penghormatan

0
2527
Stadion Papua Bangkit di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. (GM)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dalam pertemuan Komisi I DPR Papua dengan Staf khusus presiden Lenis Kogoya, beberapa waktu lalu guna membahas tenaga honorer namun selain itu ada beberapa poin penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Anggota Komisi I DPR Papua, Yonas Nusy, saat memberikan keterangan. (Gracio / lintaspapua.com)

Dari penjelasan Anggota Komisi I DPR Papua, Yonas Nusy mengatakan, salah satu yang disampikan pihaknya kepada staf khusus Presiden, Lenis Kogoya adalah perubahan nama Stadion Papa Bangkit menjadi stadion Lukas Enembe.

“Kami sampaikan kepada staf khusus Presiden agar menyampaikan kepada presiden bahwa aspirasi rakyat Papua dan telah dibacakan dalam sidang paripurna DPRP bahwa stadion Papua Bangkit itu dinamakan stadion Lukas Enembe,” kata Nusy, Kamis (27/6/2019).

Menurut Nusy, hal ini merupakan aspirasi rakyat Papua yang mesti disampaikan kepada presiden. Ini juga bagian dari penghormatan kepada Lukas Enembe.

Komisi IV DPR Papua meninjau progres pembangunan Jembatan Hamadi-Holtekham dan Stadion Papua Bangkit, Jumat (28/6/2019) guna mengetahui kesiapan Papua menjelang PON tahun 2020. (Gracio / lintaspapua.com)

“Lukas Enembe telah membangun gedung negara, dan berani mengambil event besar di Papua yakni PON dengan membangun stadion Papua Bangkit (PB). Ada beberapa catatan penting lainnya. Ini hal besar dalam sejarah orang Papua,” ucapnya.

Pihaknya sambung Nusy, bukan karena ada sesuatu akan tetapi ini sebuah kenyataan ril. Dari gubernur ke gubernur, hanya Lukas Enembe yang berani merenovasi gedung negara dan ini menjadi kebanggaan kita.

“Muda-mudahan Papua tambah luar biasa kedepan. Kami selaku kontraktor pelaksana ikut bangga membantu membangun Papua,” Tampak Stadion Papua Bangkit. (GM)

“Kalau honainya sudah bagus, kita mulai tata pemerintahan kita. PON ini bukan masalah juaranya tapi mampu melaksanakan event nasional dimana dibangun stadion yang kapasitasnya sama dengan GBK,” ujarnya.

Ditambahkan, untuk meyakinkan pemerintah pusat bukan hal tidak gampang. Dibutuhkan keberanian seorang pemimpin.

“Kami menghormati keberanian pak gubernur dan menghilangkan stigma ketertinggalan orang Papua dengan event nasional di Papua,”tandasnya.  (Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here