Michael Yarisetouw Ajak Generasi Muda Papua Giat Membaca Buku

0
187
27 Juni 2019 dari pukul 09.00 sampai 13.30 WIT, di ruang Pertemuan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua diadakan Sosilisasi Pembudayaan Kegemaran Membaca Perpustakaan Nasional RI Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Papua. Tampak saat foto bersama. (Humas CRC Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Michael Jhon Yarisetouw selaku Duta Baca Provinsi Papua mengajak generasi muda Papua dan semua masyarakat untuk membangun pembudayaan membaca di Papua untuk kemajuan Literasi demi peningkatan kulitas SDM untuk menuju Papua yang Bangkit Mandiri dan Sejahtera.

FOTO BERSAMA. “Di hari ini mendapatkan suatu kebahagiaan bisa berbagi dengan mereka Generasi Penerus Bangsa. Melihat mereka mengingatkan saya kembali ke masa SD,” kata Michael Jhon Yarisetouw. (ISTIMEWA)

“Tingkat Literasi itu berbanding Lurus dengan Tingkat Kesejahteraan.” Inilah catatan penting bagi saya dalam Paparan Materi dari Ibu Roosie Setiawan (Komunitas Read Aloud) Pemateri dari Perputakaan Nasional RI.

Direktur Cenderawasih Reading Center, yang juga Alumni FMIPA Universitas Cenderawasih ini berpesan, ada satu catatan penting bagi semua kita, bahwa Pembudayaan Membaca harus dimulai dari dalam keluarga.

27 Juni 2019 dari pukul 09.00 sampai 13.30 WIT, di ruang Pertemuan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua diadakan Sosilisasi Pembudayaan Kegemaran Membaca Perpustakaan Nasional RI Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Papua.

“Tingkat Literasi itu berbanding Lurus dengan Tingkat Kesejahteraan.” Inilah catatan penting bagi saya dalam Paparan Materi dari Ibu Roosie Setiawan (Komunitas Read Aloud) Pemateri dari Perputakaan Nasional RI. Tampak Suasana Kegiatan. (Humas CRC Papua)

Sangat banyak peserta, lebih dari 100 peserta yang hadir dan begitu antusias, peserta berasal dari guru-guru TK hingga SMA/SMK dan komunitas-komunitas Literasi.

“Mendengar banyak pertanyaan dan pandangan dari para peserta yang lebih banyak berisi tantangan yang dihadapi, saya sebagai Duta Baca Papua dan juga pegiat literasi melalui komunitas Cenderawasih Reading Center, membenarkan semuanya bahwa memang Pemerintah Daerah di Papua masih kurang perhatian dalam pembangunan budaya membaca atau pembangunan literasi di tanah Papua. Padahal ini sangat penting bagi kita pembangunan SDM Papua,” akui pria asal Tanah Merah Kabupaten Jayapura ini.

Lebih Lanjut, anak muda yang kini membangun semangat membaca dan memiliki perpustakaan baca sendiri dengan nama Cenderawasih Reading Center sebagai pusat membaca secara gratis menuturkan, bahwa Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah amanat dalam UUD 1945.

Rabu, 14 Maret 2018, Cenderawasih Reading Center (CRC) menepati janji pada tanggal 20 November 2017 (saat survei) untuk berkunjung kembali dan memberikan sedikit bantuan buku untuk adik-adik SD dan SMP Negeri Skouw Mosso. (ISTIMEWA)

“Maka sudah seharusnya semua elemen masyarakat terutama Pemerintah Daerah haru melakukan intervensi penuh bagi peningkatan budaya Literasi di Papua,” harapnya.

Perlu diketahu bahwa Literasi bukan hanya sebatas Baca-Tulis, ada 5 kompenon Literasi yang ditetapkan dalam Word Economic Forum 2015, yaitu Literasi Numerik, Literasi Sains, Literasi Digital, Literasi Finansial, serta Literasi Budaya dan Kewargaan. Baca Tulis tentu saja menjadi pintu bagi perkembangan 5 komponen literasi.

“Sehingga saya sebagai Duta Baca Provinsi Papua mengajak mari kita semua bahu membahu untuk membangun pembudayaan membaca di Papua untuk kemajuan Literasi demi peningkatan kulitas SDM untuk menuju Papua yang Bangkit Mandiri dan Sejahtera,” ungkapnya. (*)

#AyoMembacaUntukMasaDepan  #CenderawasihReadingCenter
#DutaBacaPapua #salamliterasi