Bekraf Fasilitasi Gratis 100 Barista Sertifikasi Profesi Standar  Internasional

0
602
Sebanyak 100 orang mengikuti sertifikasi Profesi Barista di Jayapura secara gratis, materi dan ujian kompetensi disampaikan oleh lembaga sertifikasi profesi(LSP) Kopi Indonesia, di Grand Abe Hotel, Rabu (26/6/2019). (Fransisca / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Sebanyak 100 orang mengikuti sertifikasi Profesi Barista di Jayapura secara gratis, materi dan ujian kompetensi disampaikan oleh lembaga sertifikasi profesi(LSP) Kopi Indonesia, di Grand Abe Hotel, Rabu (26/6/2019).

Suasana Kegiatan ratusan orang mengikuti sertifikasi Profesi Barista di Jayapura secara gratis, materi dan ujian kompetensi disampaikan oleh lembaga sertifikasi profesi(LSP) Kopi Indonesia, di Grand Abe Hotel, Rabu (26/6/2019). (Fransisca / lintaspapua.com)

kegiatan ini merupakan proses pemberian sertifikasi standart kompetensi kerja nasional(SKKNI) atau Internasional, atas prakarsa Badan ekonomi kreatif (BEKRAF) diharapkan meningkatkan kompetensi, daya saing Barista tanah air, terutama di Papua. Peserta yang hadir 50% dari seluruh Indonesia, 50% dari Papua dan Papua Barat.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matias Benoni Mano, saat diwawancara. (Fransisca / lintaspapua.com)

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matias Benoni Mano mengucapkan,  terimakasih atas perhatiannya kepada Tanah Papua, juga dukungannya agar para Barista Papua sejajar dengan Barista  kelas dunia.

“Pemerintah Kota Jayapura, kami mengucapkan terimakasih, kegiatan ini di laksanakan di Papua oleh BEKRAF, ini berarti pemerintah pusat punya perhatian khusus terhadap Tanah Papua. Mampu mengangkat Barista Papua sejajar dengan Barista lainnya di tingkat Nasional maupun Internasional, bisa mempunyai profesi,”Ucapnya.

Suasana Kegiatan saat mengikuti sertifikasi Profesi Barista di Jayapura secara gratis, materi dan ujian kompetensi disampaikan oleh lembaga sertifikasi profesi(LSP) Kopi Indonesia, di Grand Abe Hotel, Rabu (26/6/2019). (Fransisca / lintaspapua.com)

Sementara itu, Ketua LSP Kopi Indonesia, Edy Pangabean, menyampaikan,  secara teknis 12 unit kompetensi, dan seorang Barista di angap 12 Kompetensi tersebut, sekaligus Ia menjelaskan kendala yang biasa di hadapi para Barista selama ujian.

Ketua LSP Kopi Indonesia, Edy Pangabean, saat memberikan keterangan. (Fransisca / lintaspapua.com)

“Yang pertama mengelola bahan baku, mengelola area kerja, mengoprasikan bar, memutahirkan pengetahuan tentang Kopi, berkomunikasi secara lisan dalam Bahasa inggris sederhana, bekerjasama dengan kolega dan pelanggan,menggunakan peralatan perlengkapan.

“12 unit ini akan kami refresh secara lisan, hari ini, besok kita lakukan uji Kompetensi. Biasanya unit yang paling sulit adalah berkomunikasi secara lisan dalam bahasa inggris sederhana, memutakhirkan pengetahuan tentang kopi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Standarisasi dan sertifikasi BEKRAF, Budi Triwinata mengatakan, bahwa akan terus mengali potensi Papua untuk di kembangkan, berkompeten menjadi sebuah profesi.

Kepala Subdirektorat Standarisasi dan sertifikasi BEKRAF, Budi Triwinata, saat diwawancara. (Franssica / lintaspapua.com)

“Kita akan mencari potensi kegiatan seperti ini, ternyata Papua sangat berpotensi besar, kita lihat peekembangannya di Papua sangat luar biasa. Sumber daya Papua, terkait Barista, kami membantu sertifikasi profesi ini. Dilain waktu ada beberapa potensi Papua yang kami lirik, seperti musik, kria, batik, dan kuliner untuk di sertifikasi,” tuturnya.

 

Salah satu peserta Barista Kopi Djuang Resistance Jayapura, Rejha Prayogha Dumatubun, merasakan besarnya bantuan BEKRAF terhadap para Barista di Papua.

Barista Kopi Djuang Resistance Jayapura, Rejha Prayogha Dumatubun, saat memberikan keterangan kepada media. (Fransisca / lintaspapua.com)

“Kami bersyukur sekali, Program BEKRAF ini bisa masuk ke Papua, teman-teman di Papua sangat butuh sertifikasi itu, kalau kita ambil sertifikasi ke jawa biayanya besar, tiket mahal, kami berterimakasih BEKRAF sudah bantu kita disini,” katanya.

“Kita dapat ilmu, dapat sertifikasi, silahturahmi, di fasilitasi secara gratis,” lanjut Juara 1 lomba latte art barista pada festival kopi yang di selenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Papua 2018. (Fransisca/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here