Pemkot Jayapura Siapkan 50 Pemandu Wisata  Standar Nasional : Libatkan Perwakilan 10 Kampung Adat

0
423
, Selasa (25/6/2019),

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kota Jayapura, melalui Dinas Pariwisata  memberikan pelatihan pemandu wisata selama empat hari kepada 50 orang berasal perwakilan dari komunitas, duta pariwisata Tan dan Monj Portnumbay, kelurahan, dan  Generasi Pesona Indonesia ( Genpi).

Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Jayapura, Arief Sujadmiko, selaku pemateri bersertifikat standart indonesia mengatakan, pelatihan ini adalah dasar mempersiapkan menjadi pemandu muda bersertifikat. (Fransisca / lintaspapua.com)

Dengan prosentase 70% orang Papua Asli mampu menyampaikan sejarah yang ada di tanah Papua, dan 30% dari kalangan umum. Berangkat dengan tema“Kenali budayamu cintai budayamu” pelatihan pemandu wisata budaya ini merupakan standart awal pemandu wisata kualitas nasional.Grand Abe Hotel Abepura Jayapura, Selasa(25/6/2019).

 

Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Jayapura, Arief Sujadmiko, selaku pemateri bersertifikat standart indonesia mengatakan, pelatihan ini adalah dasar mempersiapkan menjadi pemandu muda bersertifikat

“Tugas memandu wisata, mempromosikan, mengikuti pelatihan saat ini adalah dasar untuk mendapatkan sertifikat tingkat Muda. Selain itu memiliki jiwa loyal informasi, setelah mengikuti pelatihan ini, ada syarat untuk bisa mengikuti sertifikasi professi pemandu wisata tingkat Muda yaitu mempunyai pengalaman bekerja sebagai pemandu wisata di satu perusahaan atau secara freelance,”Katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matias Mano, memaparkan, bahwa  pihaknya melibatkan 10 kampung adat untuk mengikuti pelatihan ini. (Fransisca / lintaspapua.com)

 

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matias Mano, memaparkan, bahwa  pihaknya melibatkan 10 kampung adat untuk mengikuti pelatihan ini.

“Kami melibatkan masyarakat adat dari 10 kampung adat yang ada, untuk kami didik sebagai pemandu wisata di Kota, yaitu: Jayapura,Kampung Enggros, Tobati, Kayu Pulau, Kayu Batu, Skouw Sae, Skouw Mabo, Skouw Yambe, Mosso, Waena, dan Kampung Yoka.”Paparnya.

Wali Kota Jayapura,  Dr. Benhur Tomi Mano, MM, menyampaikan rasa syukurnya, dengan kerinduannya membangun Kota Jayapura menjadi tujuan wisata di Papua. (Fransisca / lintaspapua.com)

Sementara itu, Wali Kota Jayapura,  Dr. Benhur Tomi Mano, MM, menyampaikan rasa syukurnya, dengan kerinduannya membangun Kota Jayapura menjadi tujuan wisata di Papua.

“Kita harus jaga kota ini dengan hati, bangun Kota ini dengan hati, kita harus kenal wisata di Kota Jayapura, pantai Kita pasir putih, hamparan luas, sebagaian pembangunan nanti kita arahkan ke muara tami menjadi wilayah metropolitan, saya bersyukur kota ini menjadi destinasi parawisata,” tuturnya.

 

Walikota Jayapura juga berpesan,  kepada seluruh peserta pelatihan, harus menguasai Bahasa inggris, dengan tuntutan indrustri pariwisata yang semakin maju, diharapkan potensi harus di kembangkan. Tour guide harus memahami sejarah dan keadaan Kota Jayapura serta ramah dalam  bekerjasama dengan mitra kita. (Fransisca/lintaspapua.com)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here