KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Kabupaten Keerom bersama Kementerian Pariwisata RI, kembali menggelar Festival Crossborder II di tahun 2019 ini. Pembukaan Festival crossborder kali ini bertajuk ‘Spectacular Wonder’ digelar di Lapangan Sepakbola Arso Swakarsa, Keerom, Jumat, (21/6/2019) kemarin, dipimpin Bupati keerom Muh. Markum SH, MH, MM.

Turut hadir pada acara pembukaan, perwakilan dari Kementerian Pariwaisata RI, Deputi III Bid. Pengembangan Pasar I Region III, Hendry Noviyadri. Juga Muspida Keerom, diantaranya Sekda Keerom, Drs. Blasius Waluyop Sejati MM, Wakapolres Keerom, Kompol J. Pocerattu, dll.

Bupati pada kesempatan pembukaan, menyatakan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan Kemenpar RI, sehingga bisa menjadi tuan rumah untuk gelaran tersebut di tahun III kali ini. Ia menilai gelaran festival di Keerom saangat relevan dengan visi Kab Keerom.

‘’Ini sesuai misi kab Keerom, yaitu terwujudnya jati diri masyarakat keerom yang mandiri, sebagai beranda terdepan Negara kesatuan RI. Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan terhadap Kami, semoga ini berlanjut untuk kegiatan serupa di tahun berikutnya,’’ungkapnya.

Ia menilai,  bahwa melalui kegiatan kali ini dengan tema ‘spectakuler wonder’, ada beragam warna budaya dan seni yang tampil, selain bertujuan memberikan hiburan, atraksi dan destinasi wisata namun juga diharap bias membangun animo generasi muda dalam menggali nilai-nilai budaya tradisi keerom, juga bisa dijadikan kegiatan peningkatan ekonomi produktif.

Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, bersama perwakilan dari Kemenpar RI, Hendry Noviyadri, bersama Muspida Keerom dan jajaran, melakukan pelepasan balon dan pemukulan tifa menandai pembukaan Festival Crossborder Keerom tahun 2019, kemarin. (Arif / HPP)

‘’Semoga ini bisa membawa manfaat yang lebih besar kepada masyarakat, mampu memotivasi seniman, budayawan untuk membangun kreasi dan inovasi serta mampu mengaktualisasikan diri melalui aktivitas dan prestasi seni. Ini juga bagian pembinaan dan pelestarian seni budaya daerah,’’pungkasnya.

Sementara itu.  Deputi III Bidang Pengembangan Pasar I Region III, Hendry Noviyadri, mengemukakan bahwa kegiatan festival crossborder yang digelar di Keerom ini sesuai dengan semangat nawacita yang dicanangkan presiden Joko Widodo, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran.

‘’Sebagai etalase bangsa, Keerom yang berada di wilayah batas Negara dengan Negara tetangga, maka kegiatan ini adalah wujud hal tersebut,’’ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas  Pariwisata Keerom, Jaswadi, SPd, MMPd, mengemukakan harapannya,  agar masyarakat di Keerom terhibur dengan adanya kegiatan tersebut. Kegiatan festival kali ini akan digelar selama 3 hari yaitu tanggal 21—23 Juni 2019.

‘’Untuk penampilan artis kali ini pada hari pertama ada sanggar sondi Yendi, sanggar Amboasan dan Setia Nada Band. Selanjutnya hari kedua ada band dari PNG yaitu Pikasi Native Yatez, Kalacakti Band. Sedangkan hari terakhir ada band reagge dari Jakarta yaitu Mongkey Boots,’’ujarnya.

Kegiatan pembukaan ditandai dengan pelepasan balon warna merah dan putih serta pemukulan tifa secara berbarengan oleh Bupati dan Muspida serta tamu undangan.

Selanjutnya diikuti penampilan dari grup tari seni dan band. Pengunjung juga bisa mengunjungi stand-stand yang ada mulai dari kuliner, kerajinan tangan, home industry hingga beragam tanaman hias dan hasil kebun. (rif)