ASN Papua Kam Diminta Serahkan Analisis Jabatan dan Beban Kerja

0
87
ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, saat mengikuti apel gabungan di Kantor Gubernur Dok II Jayapua, Senin pagi. (Erwin / HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua diimbau segera menyerahkan laporan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK), untuk selanjutnya disampaikan kepada pimpinan daerah, dalam rangka penetapan rencana restrukturisasi birokrasi dari 51 menjadi 35 instansi.

Asisten Bidang Umum Setda Provinsi Papua,  Elysa Auri, menjadi Inspektur Upacara pada apel Senin pagi, di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura. (Erwin / HPP)

Hal demikian disampaikan Asisten Bidang Umum Setda Papua, Elysa Auri, pada apel Senin (24/6/2019) pagi, di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, kemarin.

Ia menyebut akan memantau proses pelaporan Anjab dan ABK, agar dapat sesegera mungkin berada di tangan Tim Restrukturisasi Pemprov Papua.

“Sebab OPD itu kan yang lebih tahu mengenai kompetensi pegawainya. Karena itu analisa jabatan dan beban kerjanya wajib pula dipantau dan didorong Kepala OPD”.

“Makanya saya katakan lagi akan pantau, karena bila ada OPD yang belum masukan laporan, bakal langsung saya telpon pimpinannya. Jika lewat satu minggu belum rampug juga, akan saya laporkan ke Sekda,” tegas ia.

Pada kesempatan itu, Elysa mengatakan bakal melakukan penataan Aparatur Sipil Negara (ASN) di 51 OPD, dalam rangka restrukturisasi birokrasi.

Penataan ASN ini bertujuan untuk melihat kompetensi masing-masing pegawai serta dalam upata menyusun peta jabatan maupun kebutuhan jumlah pegawai.

Sementara melalui penataan ASN ini pula, tambah ia, diharapkan mampu mengukur tingkat kehadiran dengan ABK pegawai di lingkungan pemerintah provinsi.

“Sehingga dari jumlah 7.000-an ASN yang ada, setiap minggu kita bisa tahu berapa banyak yang hadir apel. Sebab dari situ pun akan diukur apakah seorang pegawai melaksanakan beban kerja secara 100 persen atau tidak,” tuntasnya.(Erwin / Koran Harian Pagi Papua)