JAKARTA (LINTAS PAPUA) –  Meskipun persepakbolaan Tanah Air terbilang sepi dari prestasi internasional, bukan berarti tidak ada yang bisa dibanggakan dari klub-klub yang ada. Salah satunya adalah yang telah ditorehkan Bali United di lantai bursa.

Ya, di bawah PT Bali Bintang Sejahtera Tbk, klub dikomandani Stefano Cugurra Teco ini telah resmi menjadi perusahaan publik ke-632 yang namanya terpampang di Bursa Efek Jakarta (BEI). Dengan dana investor publik yang mencapai senilai Rp 350 miliar, klub tersebut menjadi klub sepak bola pertama di Asia Tenggara yang merumput di lantai bursa.

Dengan menyandang gelar Initial Public Offering (IPO), Bali United sahamnya diperdagangkan dengan kode “BOLA”. Adapun saham yang dilepas ke publik sebanyak Rp 2 miliar atau setara dengan 33,33

saham pada harga penawaran perdana saham yang ditawarkan pada 10-12 Juni lalu dengan harga sebesar Rp 175 per lembar.

Dalam keterangan resminya, Senin (17/6/2019), Bali United telah menunjuk PT Buana Capital Securitas dan PT Kresna Sekuritas sebagai Penjami Emisi Efek dalam IPO tersebut. Selanjutnya, perolehan dana dari IPO akan digunakan untuk investasi, memperkuat struktur permodalan di entitas anak dan sisanya untuk modal kerja.

Sebagai perseroan terbatas, Bali United juga mengumumkan bahwa pihaknya akan menggunakan 19,1 dari hasil IPO untuk belanja modal (capital expenditure), 20,4 untuk memperkuat struktur permodalan kepada Entitas Anak, dan 60,5

untuk modal kerja. Dengan begitu, diharapkan klub ini bisa mencapai kesuksesan yang lebih besar lagi di masa mendatang.

Hal tersebut seperti diharapkan oleh CEO Bali United Yabes Tanuri. Menurut dia, dengan dilepasnya saham Bali United untuk umum maka akan semakin banyak pihak yang bisa mendukung tercapainya visi dan misi tim ini untuk meraih kesuksesan. Selain itu, klub ini juga akan fokus dalam tiga segmen, yakni manajemen sepak bola profesional, sport agency, dan kafe atau restoran.

“Kami ingin terus berinovasi baik di bidang sepakbola maupun industri olahraga dan hiburan secara luas. Tentu juga termasuk para suporter yang selama ini memiliki peranan aktif dalam memperbesar dampak Bali United. Tujuan kami adalah tujuan mereka,” ujar Yabes dalam keterangan resminya.

Dukungan Pemerintah

Meskipun belum tentu ada hubungannya IPO sebuah klub dengan prestasi secara umum, namun terlepas dari itu semua tentu saja hal ini merefleksikan optimisme masyarakat terhadap dunia sepak bola di Indonesia. Apalagi pemerintah juga telah mendukung perkembangan olahraga ini dengan ditekennya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Persepakbolaan Nasional oleh Jokowi pada Februari lalu.

Dengan ditekennya Inpres terserbut, maka kementerian dan lembaga terkait didesak untuk menindaklanjuti peningkatan prestasi sepak bola secara nasional dan internasional. Adapun bunyi dari Inpres tersebut adalah: “Mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara terkoordinasi dan terintegrasi sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing kementerian atau lembaga untuk melakukan peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional.”

Tidak tanggung-tanggung banyak petinggi instansi dan lembaga yang didesak untuk melaksanakan Inpres tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; Menteri Pemuda dan Olahrga, Menteri Dalam Negeri; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama; Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi; Menteri Badan Usaha Milik Negara; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional; Menteri Keuangan; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat.

Selain itu Menteri Kesehatan; Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional; Kepala Kepolisian Republik Indonesia; para Gubernur; dan Bupati atau Walikota se-Indonesia juga tidak luput untuk menindalanjuti hal yang sama.

Tak lama setelah Inpres tersebut diteken, Indonesia mendapatkan berkah dengan adanya kemenangan Timnas U-22 di ajang Asean Football Federation (AFF), pada Selasa (26/2/2019) lalu setelah menekuk Timnas Thailand dengan skor 2-1. Kemenangan ini tentu saja ditanggapi penuh bangga oleh Jokowi.

“Kemenangan ini menunjukkan semangat nyata dari Bhinneka Tunggal Ika yang dimiliki tim Garuda Muda. Berasal dari daerah dan latar belakang yang berbeda, menjadikan perbedaan sebagai kekuatan besar. Semoga bisa jadi inspirasi bagi dunia sepak bola di Tanah Air dan kebangkitan sepak bola nasional,” ujarnya ketika menjamu para anggota timnas beserta pelatih di Istana Merdeka, Jakarta. ( https://jokowidodo.app/post/detail/bali-united-jadi-klub-sepakbola-di-asia-tenggara-yang-merumput-di-bursa-saham )